Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguji level krusial pada perdagangan Kamis (5/3/2026), dengan rentang pergerakan di area resistance 7.800, pivot 7.700, dan support 7.400.
Dalam risetnya, Phintraco mencatat IHSG pada Rabu (4/3/2026) ditutup melemah 4,57% ke level 7.577,06. Tekanan terjadi seiring mayoritas bursa Asia terkoreksi akibat meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah yang mendorong investor global menghindari aset berisiko.
“Menambah sentimen negatif, diberitakan Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat Indonesia tetap pada level BBB. Rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.892 per dolar AS,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Menurut Phintraco, eskalasi konflik Iran dengan AS-Israel berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, terutama minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Pemerintah pun mulai mengkaji langkah antisipatif guna menjaga ketahanan energi nasional.
“Guna memitigasi risiko pasokan tersebut, pemerintah memastikan sejumlah opsi untuk mendatangkan minyak mentah dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah, salah satunya dari AS karena Pertamina telah menjalin kesepakatan dengan sejumlah perusahaan energi AS,” jelasnya.
Peluang Rebound
Di tengah tekanan tersebut, Phintraco melihat peluang rebound jangka pendek seiring penguatan indeks di Wall Street.
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan indikator Stochastic RSI mendekati area oversold. IHSG bahkan sempat menyentuh 7.486, mendekati level 7.481 yang pernah disentuh pada akhir Januari 2026.
Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi membentuk pola double bottom. “Namun jika IHSG berlanjut melemah, diperkirakan akan menguji level support berikutnya di 7.350–7.400,” tulis Phintraco.
Adapun lima saham yang direkomendasikan berpeluang mencetak cuan yakni CLEO, DAAZ, DATA, BFIN, dan ULTJ.

