Teheran (Tutur.co.id) – Misteri siapa penerus Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran mulai terkuak. Sang putra, Mojtaba Khamenei, dikabarkan media Iran telah ditunjuk sebagai penerus Ali Khamenei, Rabu 4 Maret 2026.
Memang belum ada pernyataan resmi terkait didaulatnya putra kedua Khamenei ini sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Namun media Iran Fars, mengabarkan Mojtaba Khamenei telah dipilih oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang dalam sebuah pertemuan daring yang digelar.
Penunjukan cepat ini dikabarkan juga karena tuntutan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang membutuhkan sosok sentral untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam situasi genting sepeninggal Ali Khamenei.
AS Klaim Serang Pertemuan Majelis Ahli
Amerika Serikat dan Israel sendri dikabarkan sempat mencoba menggagalkan pertemuan tersebut. Mereka menyerang sebuah gedung di Qom yang diyakini menjadi tempat digelarnya pertemuan tersebut. Namun, Fars menyatakan tidak ada pertemuan yang berlangsung di gedung tersebut karena digelar daring.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah ataupun dari IRGC. Yang jelas, jika Mojtaba Khamenei memang ditunjuk sebagai pengganti ayahnya dia akan memegang kendali yang sebelumnya dipegang sementara oleh trio ulama Ali Reza Arafi, presiden Masoud Pezeshkian dan hakim MA Gholam-Hossein Mohseni-Ejei.
Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sebagai seorang konservatif garis keras seperti ayahnya yang secara terbuka mendukung kebijakan tegas terhadap lawan-lawan rezim dan musuh eksternal.
Meski tercatat sebagai ulama tingkat menengah yang tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan, namun Mojtaba tetap punya pengaruh besar dalam setiap keputusan politik Iran selama ini.

