Jakarta (tutur.co.id) — Kinerja penggalangan dana di pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. Hingga akhir Februari 2026, otoritas mencatat aktivitas penghimpunan dana korporasi tetap bergairah, diiringi partisipasi investor yang terus bertambah.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, per 27 Februari 2026, total dana yang dihimpun korporasi mencapai Rp39,09 triliun secara year to date (ytd). Dana tersebut berasal dari 32 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS).
Minat korporasi memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan juga tercermin dari pipeline yang masih terjaga. Saat ini terdapat 25 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp16,83 triliun.
Di segmen Securities Crowdfunding (SCF), tren positif turut berlanjut. Per 26 Februari 2026, terdapat 13 efek baru dengan dana terhimpun Rp23,65 miliar serta empat penerbit baru. Secara kumulatif, mekanisme SCF telah mencatat 1.008 penerbitan dari 596 penerbit, dengan jumlah investor mencapai 194.497 orang.
Dari sisi perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Februari 2026 tercatat Rp25,62 triliun. Meski lebih rendah dibanding Januari, level tersebut menunjukkan konsistensi likuiditas karena sejak Agustus 2025 RNTH bulanan bertahan di atas Rp20 triliun. Investor ritel mendominasi transaksi dengan porsi 53%, sementara investor asing membukukan net sell tipis setelah sebelumnya mencatatkan aksi jual lebih besar pada awal tahun.
Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI menguat secara bulanan maupun ytd. Kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) terjadi seiring sentimen global, dengan investor nonresiden mencatatkan net sell di SBN dan obligasi korporasi pada periode bulanan.
Sementara itu, sektor pengelolaan investasi menunjukkan akselerasi. Nilai Asset Under Management (AUM) industri menembus Rp1.115,71 triliun, tumbuh baik secara bulanan maupun ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga meningkat menjadi Rp726,26 triliun, didorong oleh net subscription yang solid sepanjang tahun berjalan.
Partisipasi investor pun terus menguat. Hingga 25 Februari 2026, terdapat tambahan sekitar 1,8 juta investor baru, sehingga total investor pasar modal Indonesia naik dua digit secara ytd menjadi 22,88 juta investor.
OJK menilai, kombinasi penghimpunan dana yang stabil, likuiditas perdagangan yang terjaga, serta pertumbuhan basis investor menjadi fondasi penting bagi penguatan pasar modal nasional di tengah tekanan eksternal.

