Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi memasuki fase koreksi terbatas di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat–Iran yang memicu aksi penghindaran risiko global. Secara teknikal, indeks dinilai berada dalam fase minor bearish atau pelemahan jangka pendek, dengan tekanan eksternal dari lonjakan harga minyak hingga ancaman gangguan perdagangan akibat potensi penutupan Selat Hormuz.
Dalam analisisnya Selasa (3/3/2026) pagi, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menyebut secara teknikal IHSG berpeluang membentuk fase bearish consolidation.
“MA20 dan MA60 telah membentuk pola bearish crossover. Ini mengindikasikan adanya tekanan lanjutan dalam jangka pendek,” ujarnya dalam risetnya.
Ia menambahkan, indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, sementara RSI berpotensi membentuk pola dead cross. Di sisi lain, indikator volume perdagangan juga mulai menurun. “Kondisi ini mengisyaratkan momentum penguatan masih terbatas dan pelaku pasar cenderung menahan diri,” tulis Nafan.

Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 7.978 dan 7.791, sedangkan resistance berada di 8.142 dan 8.244. Menurut Nafan, pergerakan indeks dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh sentimen global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah yang mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke safe haven seperti emas.
Konflik AS–Iran juga memicu lonjakan harga minyak dunia. Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, dampaknya tidak hanya pada pasokan energi global, tetapi juga berpotensi menghambat perdagangan migas dan nonmigas Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Iran, dan Oman. Risiko ini dapat menekan sentimen pasar domestik lebih lanjut.
Dalam kondisi seperti ini, investor memang disarankan untuk tetap selektif. Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, valuasi yang relatif murah, serta saham yang menunjukkan indikasi pembalikan arah tren. Yang tidak kalah penting, gunakan manajemen risiko secara disiplin.
Fase bearish saat ini masih tergolong minor, sehingga peluang tetap terbuka bagi investor yang cermat membaca momentum pasar.

