Jakarta (Tutur.co.id) – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan operasi gabungan Israel dan Amerika pada Sabtu 28 Februari 2026. Tak hanya rakyat Iran yang berduka dengan kepergiannya. Pasalnya, ia adalah simbol perlawanan terhadap hegemoni dunia barat khususnya di wilayah Timur Tengah.
Nah dalam kesempatan ini redaksi coba merangkum dari beberapa sumber pernyataan dan sikap mediang Ayatollah Ali Khamenei. Tak sedikit dari pernyataannya itu sukses membuat para musuhnya terutama Israel dan Amerika Serikat meradang. Hal itu berujung dengan beberapa kali usaha pembunuhan terhadap sosok pria berusia 86 tahun ini.
Kutipan dan pernyataan terkenal Ayatollah Ali Khamenei:
“Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional.”
— Pernyataan tegas terkait ancaman militer terhadap Iran.
“Tidak ada keuntungan yang lebih besar bagi umat Islam selain persatuan.”
— Menekankan pentingnya solidaritas dan kesatuan dunia Islam.
“Musuh selalu berusaha menyusup ke dalam pemilu dan proses politik kita. Rakyat harus waspada.”
— Seruan untuk menjaga kedaulatan politik dari campur tangan asing.
“Bangsa Iran tidak akan menyerah pada tekanan.”
— Pernyataan yang sering muncul dalam konteks sanksi internasional dan tekanan politik.
“Perlawanan adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi penindasan.”
— Menjadi dasar narasi kebijakan luar negeri Iran tentang ‘poros perlawanan’.
“Kita tidak mencari perang, tetapi jika perang terjadi, kami akan berdiri teguh.”
— Sikap defensif namun tegas dalam isu keamanan nasional.
“Suara rakyat adalah suara dukungan terhadap Republik Islam dan kemerdekaan nasional.”
— Menegaskan legitimasi sistem politik Iran.
“Dengan pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat.” (merujuk pada Al-Qur’an Surah As-Saff ayat 13)
— Ungkapan religius yang kerap disampaikan dalam pidato kenegaraan.
“Israel adalah rezim yang tidak sah dan akan lenyap.”
— Pernyataan kontroversial yang sering dikutip media internasional.
“Kami tidak akan pernah bernegosiasi di bawah tekanan.”
— Sikap dalam perundingan dengan negara-negara Barat.

