Jakarta (tutur.co.id)- Sore menjelang magrib di Lapangan Banteng, Jakarta, aroma gorengan dan bumbu pecel bercampur dengan riuh obrolan pengunjung. Di Imlek Festival 2577, orang-orang tak hanya datang untuk menikmati lampion dan hiburan, tetapi juga berburu takjil.
Festival yang tahun ini bertepatan dengan Ramadan itu membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM.
Juafen, salah satu pedagang, mengaku merasakan langsung dampaknya. Ini adalah kali pertamanya berjualan di event sebesar Imlek Festival. Meski terbilang pendatang baru, penjualannya justru meningkat dibanding hari biasa.
“Toleransinya luar biasa. Bisa berkumpul, bisa berbuka puasa bersama, bisa merayakan Imlek,” ujarnya, Selasa (24/2).
Ia menawarkan coipan vegan sebagai produk unggulan. Berbeda dari versi pada umumnya, coipan buatannya berbahan nabati. Selain itu, ia juga menjual sushi vegan dan bakso vegan yang halal, sehingga aman menjadi pilihan menu berbuka puasa.
“Kita berusaha menciptakan yang hewani jadi vegan, lebih sehat, halal,” katanya.
Tingginya antusiasme warga yang datang untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama ikut mendorong penjualan.
Cerita serupa datang dari Novi, pedagang asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia menjajakan pecel, gorengan, dan aneka takjil dengan harga terjangkau. Meski terbiasa mengikuti berbagai bazar, menurutnya Imlek Festival kali ini memberi hasil yang cukup baik. “Alhamdulillah, kemarin bisa jual 15 porsi pecel saja,” tuturnya.
Bagi Novi, festival ini bukan hanya peluang usaha, tetapi juga alternatif hiburan Ramadan yang ramah di kantong. Gratis masuk, banyak tontonan, sekaligus ruang bagi UMKM untuk tumbuh.
Imlek Festival 2577 menjadi bukti bahwa perayaan budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga. Di antara lampion dan panggung hiburan, ada harapan kecil yang ikut menyala—dari lapak-lapak sederhana para pelaku UMKM.
Festival ini berlangsung hingga 3 Maret, setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB, dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Informasi lengkap dapat diakses melalui Instagram @imlekfestival.

