Jakarta (tutur.co.id)- Menunggu waktu berbuka puasa tak selalu harus dengan berburu takjil. Di Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, sebagian anak muda memilih masuk ke Museum Akulturasi yang menghadirkan ruang edukatif di tengah gemerlap perayaan.
Museum Akulturasi menghadirkan kisah perjumpaan budaya Tionghoa dan Nusantara lewat papan-papan informatif berbentuk gapura yang ditata zig-zag, sehingga alurnya mudah diikuti.
Muhammad Shidqi, salah satu pengunjung, mengaku mendapat perspektif baru. Ia menyadari akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia tidak “menabrak”, melainkan menyatu dengan budaya lokal.
Pengunjung lain, Andre dan Meliana, juga menilai festival ini bukan sekadar hiburan dan kuliner, tetapi menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan menyejukkan.
Imlek Festival 2577 berlangsung hingga 3 Maret, terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Informasi lengkap tersedia di Instagram @imlekfestival.

