Jakarta (tutur.co.id) — Bagi Dian Sastrowardoyo, memerankan Kinan dalam film Laut Bercerita bukan sekadar pekerjaan akting. Peran itu terasa personal. Jauh sebelum kamera mulai merekam, ia sudah lebih dulu jatuh hati pada karakter tersebut saat membaca novel karya Leila S. Chudori.
“Sebenarnya pas baca novel aku ngefans sama karakter Kinan,” ujar Dian dalam konferensi pers, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Selasa.
Ia mengenang bagaimana sosok Kinan hadir sebagai perempuan yang kuat, hangat, dan inspiratif. Bagi Dian, Kinan bukan hanya tokoh pendukung dalam kisah perjuangan aktivis era 1990-an, tetapi representasi keteguhan dan empati di tengah situasi politik yang mencekam.
Tak hanya Kinan, Dian juga mengaku terkesan dengan karakter Anjani yang diperankan Eva Celia. Dalam cerita, Anjani menjadi figur yang setia mendampingi Laut melewati masa-masa sulit. Kedalaman emosi antarkarakter inilah yang menurut Dian membuat kisah Laut Bercerita terasa begitu manusiawi.
Sebagai pembaca novel sejak cetakan awal, Dian menyadari ekspektasi publik terhadap film adaptasi ini sangat tinggi. Namun, ia tak melihatnya sebagai tekanan. Justru sebaliknya, ekspektasi itu menjadi dorongan untuk tampil sebaik mungkin.
Ia menyebut cerita Laut Bercerita bukan hanya tentang sejarah kelam atau perjuangan politik, tetapi juga tentang keluarga, persahabatan, dan kebersamaan. Ada kehangatan yang menyelip di antara kehilangan dan ketidakpastian.
Film produksi Pal8 Pictures ini menghadirkan sejumlah aktor ternama, termasuk Reza Rahadian sebagai Biru Laut. Bersama para pemain lain, Dian berharap film ini mampu menghidupkan kembali semangat solidaritas dan menghadirkan ruang refleksi bagi penonton.
Bagi Dian, membawakan Kinan ke layar lebar adalah cara lain untuk menjaga agar kisah dalam novel tersebut tetap hidup—bukan hanya sebagai cerita masa lalu, tetapi sebagai pengingat tentang nilai kemanusiaan dan keberanian yang relevan hingga hari ini.

