Jakarta (tutur.co.id) — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan perseroan telah merealisasikan sekitar Rp90 triliun dari total pendanaan Rp200 triliun untuk pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Penugasan kepada Agrinas, kata Joao, bermula pada Oktober 2025 setelah adanya kesepakatan empat menteri yang menunjuk perusahaan sebagai pelaksana program strategis tersebut. Selanjutnya, Agrinas memperoleh dukungan pembiayaan Rp200 triliun dari bank-bank Himbara untuk membangun jaringan Kopdes di seluruh Indonesia.
“Kami mendapatkan kucuran dana sebesar Rp200 triliun dari bank Himbara untuk melakukan pengadaan tersebut. Kemudian sampai hari ini mungkin kami sudah menghabiskan sekitar Rp90 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Agrinas, Selasa (24/2/2026).
Untuk Sarana, Gerai, hingga Impor Pikap
Joao menjelaskan dana tersebut digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana, termasuk kendaraan operasional serta pembangunan fisik gerai koperasi di berbagai daerah. Belanja itu juga mencakup impor sekitar 105.000 unit mobil pikap dari India guna menunjang distribusi dan operasional koperasi.
Dari sisi progres, Agrinas menargetkan pembangunan 80.000 unit Kopdes Merah Putih rampung sebelum akhir 2026. Saat ini, sebanyak 1.357 unit telah selesai dibangun, sementara sekitar 30.500 unit lainnya berada pada tahap akhir konstruksi.
Meski realisasi belum mencapai separuh target, Joao tetap optimistis. Ia menyebut durasi pembangunan satu unit koperasi dirancang sekitar 92 hari atau tiga bulan. Dengan catatan lahan tersedia paling lambat Mei, percepatan pembangunan dinilai masih memungkinkan sehingga sebagian besar unit dapat diselesaikan sebelum Agustus.
“Saya orang yang sangat optimistis dan saya yakin bahwa Koperasi Desa Merah Putih sebanyak 80.000 ini akan kita selesaikan sebelum akhir tahun 2026. Kalau kami mendapatkan lahan-lahannya secepatnya, saya yakin sampai akhir Agustus ini kita mampu menyelesaikan minimal 60.000 unit,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah serta masyarakat pemilik lahan untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa dan aparat setempat agar proses pembangunan Kopdes Merah Putih dapat dipercepat di masing-masing wilayah.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan koperasi berbasis komunitas dengan dukungan pembiayaan besar dari perbankan pelat merah.

