Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) diperkirakan kembali bergerak fluktuatif pada awal pekan depan. Setelah melonjak tajam dalam dua hari terakhir, pelaku pasar kini mencermati peluang uji level resistance baru.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas Antam berpeluang menguat ke resistance pertama Rp3.052.000 per gram pada Senin (23/2/2026).
“Kemudian sampai hari Jumat dan Sabtu depan kemungkinan besar resistance kedua harga logam mulia (emas Antam) di Rp3.150.000 per gram,” ujar Ibrahim, Minggu (22/2/2026).
Namun, ia juga mengingatkan potensi koreksi. Jika terjadi tekanan jual, support pertama berada di Rp2.950.000 per gram dan support kedua di Rp2.900.000 per gram.
Kinerja 2026 dan Rekor Tertinggi
Mengacu laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Sabtu (21/2/2026) melonjak Rp68.000 menjadi Rp3.012.000 per gram. Sehari sebelumnya, Jumat (20/2/2026), harga naik Rp28.000 ke Rp2.944.000 per gram.
Sepanjang 2026, harga emas Antam telah naik sekitar 21% dari posisi Rp2.488.000 per gram pada 1 Januari. Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) tercatat di Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Sementara itu, harga buyback pada Sabtu (21/2/2026) juga melesat Rp68.000 ke level Rp2.793.000 per gram.
Pajak dan Ketentuan Transaksi
Transaksi emas batangan mengacu pada PMK No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai buyback.
Adapun pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
Daftar Harga Pecahan Emas Antam (21/2/2026)
0,5 gram: Rp1.556.000
1 gram: Rp3.012.000
2 gram: Rp5.964.000
3 gram: Rp8.921.000
5 gram: Rp14.835.000
10 gram: Rp29.615.000
25 gram: Rp73.912.000
50 gram: Rp147.745.000
100 gram: Rp295.412.000
250 gram: Rp738.265.000
500 gram: Rp1.476.320.000
1.000 gram: Rp2.952.600.000
Dengan tren yang masih kuat dan mendekati level psikologis baru, investor disarankan mencermati area resistance dan support untuk menentukan momentum akumulasi maupun realisasi keuntungan.

