Solo (tutur.co.id) – Pemerintah Kota Surakarta menggelar pertemuan dengan konsep ngobrol bareng santai bersama para pelaku ekonomi kreatif Kota Solo. Acara ini dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wali Kota Surakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Mas Don Art Movement Solo ini dihadiri puluhan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sektor seperti seni rupa, desain, kuliner, musik, fashion, hingga UMKM kreatif lainnya.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang hangat antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas kreatif. Dengan suasana santai namun tetap substantif, para peserta menyampaikan gagasan, masukan, serta tantangan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Solo.
Menteri Teuku Riefky Harsya mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berpijak pada kebudayaan lokal. Ia menilai pendekatan itu sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kreatif nasional.
“Ekonomi kreatif yang kuat adalah yang berangkat dari identitas dan budaya lokal. Apa yang dilakukan Kota Solo ini menjadi contoh bagaimana seni dan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Teuku Riefky dalam rilis yang diterima tutur.co.id pada Minggu (4/1/2026).
Teuku Riefky menilai perkembangan ekonomi kreatif di Kota Solo menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Kementerian Ekraf menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dan komunitas ekonomi kreatif, terutama dalam pengembangan program bersama pada tahun 2026.
“Kementerian Ekonomi Kreatif siap mendukung penguatan ekosistem, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar bagi pelaku kreatif daerah,” kata politisi senior Partai Demokrat tersebut.
Sementara itu Wali Kota Respati Ardi menegaskan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Solo akan terus diarahkan pada pendekatan berbasis kebudayaan. Nantinya seni dan tradisi sebagai fondasi utama pembangunan kreatif kota.
“Solo memiliki kekuatan utama pada kebudayaannya. Ke depan, kami akan menginisiasi SEDAYA, yang berarti seni dan budaya, sebagai semangat pengembangan ekonomi kreatif Kota Solo. Kami ingin memastikan kreativitas tumbuh dari akar budaya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Respati Ardi.
Menurutnya, Pemkot Surakarta berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku kreatif, sekaligus menghadirkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif tanpa meninggalkan identitas budaya Kota Solo.

