Jakarta (tutur.co.id) –Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung sideways pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada rentang resistance 8.350, pivot 8.300, dan support 8.200.
Dalam riset hariannya, Phintraco mencatat IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,43% ke level 8.274,08, setelah sempat menguat hingga 8.376. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup melemah di posisi Rp16.894 per dolar AS.
Sektor teknologi menjadi penekan terbesar indeks, sedangkan sektor basic materials mencatatkan penguatan tertinggi.
Sinyal Teknikal: MACD Positif, Volume Jual Naik
Secara teknikal, analis Phintraco menyebut terjadi pelebaran histogram positif pada indikator MACD dan Stochastic RSI yang mengarah ke area overbought. Namun demikian, kenaikan volume jual menjadi sinyal kehati-hatian.
“Dengan demikian, IHSG hari ini diprediksi cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.200–8.350,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih menimbang sentimen domestik dan global, di tengah pelemahan rupiah serta rotasi sektor yang berlangsung selektif.
BI Rate Tahan 4,75%, Kredit Tumbuh 9,96%
Dari sisi fundamental, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% untuk kelima kalinya berturut-turut. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi dalam target, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada Januari 2026 tercatat 9,96% secara tahunan (year-on-year/YoY), meningkat dari 9,69% YoY pada Desember 2025. Angka tersebut menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025.
Pelaku pasar juga menanti rilis data Current Account Kuartal IV-2025 yang diproyeksikan mencatat surplus US$ 2 miliar, turun dari surplus US$ 4 miliar pada Kuartal III-2025.
Sentimen Eksternal: Kesepakatan Dagang RI–AS
Dari eksternal, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan dagang strategis. Dalam perjanjian tersebut, AS menyetujui penurunan tarif impor produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, sementara Indonesia menghapus bea impor untuk sebagian besar produk asal AS.
Produk minyak sawit Indonesia memperoleh fasilitas tarif impor 0%, sedangkan produk tekstil tetap dikenakan tarif resiprokal sebesar 19%.
Selain itu, turut diteken 11 Nota Kesepahaman (MoU) sektor swasta senilai US$ 38,4 miliar yang mencakup mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil, hingga teknologi semikonduktor.
Rekomendasi Saham: AMMN hingga ADMR
Dalam kondisi pasar yang cenderung bergerak terbatas, Phintraco merekomendasikan lima saham pilihan:
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Saham-saham tersebut dinilai berpotensi mencatatkan kinerja positif di tengah sentimen komoditas dan dinamika perdagangan global.

