Jakarta (Tutur.co.id) – Ahmad Sahroni akhirnya kembali ke Senayan setelah sempat menimbulkan huru hara yang berujung dengan penonaktifan dirinya di Senayan. Namun belum genap 6 bulan, Sahroni kembali dilantik sebagai wakil ketua Komisi III DPR menggantikan Rusdi Masse.
“Dan terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” kata Sahroni usai ditunjuk kembali sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.
Tentu ingatan publik kembali ke memori saat politisi Nasdem ini membuat masyarakat marah. Berawal demo desakan untuk pembubaran DPR membuat Sahroni terpleset dengan menyebut masyarakat yang mendesak pembubaran DPR sebagai ‘orang tolol sedunia’.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” kata Sahroni saat itu.
Hal ini yang membuat kemarahan publik tak terbendung meski Sahroni sempat mencoba berkelit. Ditambah dengan aksi konyol joget-joget koleganya di Senayan, membuat aksi jarah rumah anggota dewan terjadi. Tak terkecuali rumah Sahroni. Rumah Dijarah
Belum selesai dipusingkan dengan aksi penjarahan, Sahroni juga harus menghadapi sidang kode etik di DPR yang digelar oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Bersama dengan beberapa koleganya di Senayan macam Eko Patrio dan Nafa Urbach.
Setelah melalui berbagai badai, Sahroni justru kembali menunjukkan eksistensinya di panggung politik. Comeback-nya ke Senayan menjadi bukti bahwa dinamika politik tak selalu berujung pada kejatuhan permanen.
Perjalanan Sahroni mencerminkan wajah politik Indonesia yang dinamis dan penuh drama. Kontroversi bisa datang silih berganti, tetapi konsistensi dan kemampuan bertahan sering kali menjadi penentu karier seorang politisi.

