Surabaya (tutur.co.id) – Genangan air di kawasan Osowilangun, Surabaya, mulai surut setelah hujan berintensitas tinggi yang diperparah kenaikan muka air laut. Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat melakukan penanganan lanjutan dengan fokus pada normalisasi saluran air yang tersumbat.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyampaikan bahwa tim langsung turun ke lapangan begitu air menyusut. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada saluran bawah tanah untuk memastikan penyebab utama luapan air.
Menurut Hidayat, tumpukan sampah di dalam saluran menjadi salah satu faktor utama yang menghambat aliran hingga menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Penanganan difokuskan di area Sungai Kalianak. Petugas membuka akses gorong-gorong melalui manhole guna mempercepat proses pengerukan. Bila diperlukan, akses jalan di sekitar lokasi ditutup sementara untuk kelancaran pengangkutan material sampah.
Hidayat menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan bertahap agar seluruh material yang menyumbat dapat terangkat maksimal. Koordinasi dengan petugas lalu lintas juga dilakukan karena air sebelumnya sempat menggenangi jalan utama.
Selain Sungai Kalianak, sistem drainase di wilayah tersebut terhubung dengan sejumlah saluran besar lain seperti Sungai Kandangan dan alur menuju laut, yang sebagian berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam upaya penanganan.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Surabaya mengoptimalkan operasional rumah pompa dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam. Seluruh tim teknis, termasuk petugas pembersihan saluran dan operator pompa, disiagakan dalam tiga shift.
Kesiapan bahan bakar, peralatan, dan sarana pendukung lainnya turut dipastikan dalam kondisi aman. Langkah ini diambil untuk mempercepat respons apabila terjadi peningkatan debit air akibat hujan susulan atau pasang laut.
BMKG Ingatkan Potensi Rob dan Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, BMKG Juanda mengimbau warga pesisir Surabaya untuk mewaspadai potensi banjir rob pada periode 13–20 Februari 2026 akibat pasang maksimum air laut.
BMKG juga memprediksi potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026, termasuk hujan lebat, angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko genangan di kawasan pesisir dan dataran rendah.
Pemkot Surabaya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak kembali tersumbat. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci pencegahan banjir di masa mendatang.
Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 atau melalui WhatsApp resmi Pemkot Surabaya.
Dengan percepatan normalisasi saluran dan kesiapsiagaan pompa, pemerintah kota berharap kondisi Osowilangun kembali kondusif dan risiko banjir dapat diminimalkan. (sas)

