Jakarta (Tutur.co.id) – Komisi VI DPR RI meminta agar Pertamina segera membenahi sistem distribusi solar di sejumlah daerah. menyusul kelangkaan yang tentu sangat merugikan masyarakat. Penataan rantai distribusi dan pengawasan di lapangan dinilai perlu diperkuat agar pasokan tepat sasaran.
Permintaan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama PT Pertamina Persero dan subholdingnya. Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyoroti kelangkaan solar di Balikpapan yang merupakan salah satu pusat produksi Pertamina.
Solar langka ini juga terjadi di Pasuruan dan Probolinggo di mana supir dan warga harus mengantre berjam-jam tanpa kepastian pasokan. Hal itu yang membuat Mufti Anam langsung mendesak Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, turun ke lapangan.
“Mereka beli di SPBU solar tidak ada Pak Simon. Bapak sekali-kali perlu kunjungan dan bicara dengan para sopir ini. Karena waktu mereka habis untuk nyari solar pak,” kata Mufti Anam.
Anggota Komisi dari PDI-P ini juga menyoroti temuan di lapangan bahwa harga solar ikut melambung saat mengalami kelangkaan. “Kalau solar di SPBU Rp6.000, bapak tanya mereka beli di eceran, Rp10.000 pak. Yang lebih lucu di SPBU tidak ada tapi di eceran banyak, ” tegasnya.
Dan menurut Komisi VI DPR, evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyaluran BBM menjadi langkah mendesak agar kelangkaan tidak terulang dan ketersediaan solar dapat terjaga secara merata.

