Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto telah bertolak ke Amerika Serikat untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump. Selain membahas hubungan kedua negara, Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan menghadiri pertemuan Board of Peace buatan Trump.
Pertemuan formal para anggota Board of Peace yang saat ini beranggotakan sekitar 20 negara akan dihelat pada 19 Februari 2026. Pertemuan ini akan digelar di Gedung Donald J Trump Institute of Peace yang terletak di Washington.
Dan salah satu agenda utama Presiden Prabowo selama berada di Amerika Serikat adalah menghadiri pertemuan ini. Begitu juga dengan negara anggota yang mayoritas dari Timur Tengah seperti Turki, Mesir, Saudi Arabia, Qatar dan Israel.
Dari beberapa negara anggota, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling semangat terlibat. Tak hanya soal kesanggupan membayar ‘iuran wajib’ saja, keseriusan Indonesia juga dibuktikan dengan kesiapan TNI untuk mengirim pasukannya.
Trump sendiri telah menjanjikan bahwa anggota Board of Peace akan menggelontorkan dana sebesar Rp84 triliun. Termasuk tentunya sumbangan dari Indonesia yang sempat menjadi perdebatan di tanah air.
“Kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota menjanjikan lebih dari US$5 miliar untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza,” kata Trump.
Yang menarik tentu justru menyimak sikap negara-negara anggota Uni Eropa. Saat Indonesia begitu bersemangat justru negara-negara sekutu Trump tersebut tampak memandang dingin Board of Peace.
Uni Eropa justru tak mau terlibat langsung dan lebih memilih menjadi pengamat saja dalam pertemuan tersebut. Komisioner Uni Eropa Dubravka Suica memang dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tersebut namun dalam kapasitasnya sebagai pengamat.
“Komisi Uni Eropa tidak menjadi anggota dewan perdamaian, kami berpartisipasi dalam pertemuan ini justru dalam komitmen jangka panjang kami untuk implementasi gencatan senjata di Gaza, serta untuk mengambil bagian dalam upaya internasional untuk mendukung rekonstruksi dan pemulihan pasca-perang di Gaza,” tegas juru bicara Uni Eropa, Guillaume Mercier.
Sebelumnya, Indonesia memang telah berkomitmen untuk menyumbang secara sukarela senilai US$ 1 miliar (sekitar Rp17 triliun) sebagai anggota tetap Board of Peace bentukan Donald Trump. Dewan Perdamaian di luar PBB ini bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

