Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Keamanan»Ribuan ASN Ikut Pelatihan Komcad, Pengamat: Asuransi Ketahanan Nasional

Ribuan ASN Ikut Pelatihan Komcad, Pengamat: Asuransi Ketahanan Nasional

Keamanan Toto Pribadi11 Februari 2026 / 12:39 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi (Foto: Tutur/Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Rencana digelarnya pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang melibatkan 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada April mendatang memang masih menyisakan pro dan kontra. Di satu sisi, kebijakan ini dianggap penting guna memperkuat ketahanan nasional namun tak sedikit menuai kritikan.

Beberapa kritikan yang datang mulai dari jaminan netralitas ASN hingga ketakutan akan mengganggu tugas utama ASN dalam pelayanan publik. Termasuk juga terkait dengan efektifitas program ini hingga implikasi anggaran yang ditimbulkan dari program ini tentunya.

Menanggapi pro dan kontra tersebut, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan bahwa ada dua kerangka besar dalam memandang program Komcad ini yakni tentang mandate konstitusi dann kebutuhan penguatan kapasitas pertahanan.

“Konstitusi mengamanatkan bela negara sebagai hak sekaligus kewajiban setiap warga negara yang diselenggarakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Dalam posisi itu, ASN sebagai organ negara memang memiliki kewajiban moral untuk menjadi contoh dalam mekanisme bela negara yang bersifat sukarela seperti Komcad,” kata Khairul Fahmi kepada redaksi Tutur.

Ia menambahkan, secara hukum langkah ini juga sepenuhnya selaras dengan UU 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) yang merupakan aturan pelaksanaan penyelenggaraan pertahanan negara yang diatur dalam Pasal 8 UU 3/2002 tentang Pertahanan Negara, dan sama sekali tidak bertentangan dengan UU ASN.

Saat ditanya mengenai urgensi dari program ini, Khairul Fahmi memandang lebih pada aspek capacity building. Menurutnya angka 4.000 ini sebenarnya adalah langkah awal yang strategis untuk membangun basis data cadangan sipil yang terlatih.

“Fokusnya pun pada ASN muda usia 18–35 tahun, yang fisiknya prima dan belum memegang posisi layanan publik paling kritis,” tambahnya.

Baca Juga  Kai Havertz Ukir Sejarah di Final Liga Champions

Khairul Fahmi juga menambahkan bahwa program Komcad yang melibatkan ASN ini sebagai bagian ‘asuransi ketahanan nasional’ jangka panjang. Namun menurutnya yang harus menjadi catatan dalam implementasinya, harus dijaga mandat sukarela.

“Jangan sampai terjadi tekanan birokratis yang membuatnya terasa seperti wajib militer terselubung. Kebijakan Insentif dan fast-tracking prestasi, jauh lebih efektif daripada pendekatan instruktif,” tambah Khirul Fahmi.

Sebagai catatan tambahan, model komponen cadangan ini sejatinya juga telah dilakukan beberapa negara dengan model total defence (pertahanan semesta) seperti Singapura, Korea Selatan, Finlandia, dan Polandia. Sejumlah negara Eropa lainnya juga mulai menyiapkan skema cadangan sipil strategis, sebagai upaya membangun kesiapan menghadapi dinamika dan kompleksitas global.

ASN headline Khairul Fahmi komcad komponen cadangan (Komcad)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Prabowo Bertemu Prajogo Pangestu – Anthony Salim, Bahas “Indonesia Incorporated”
Next Article H-8 Ramadan: Checklist ‘Bumbu Dasar’ dan Lauk Beku yang Wajib Ada di Freezer Pekan Ini

Berita Lainnya

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lokasi Layanan Samsat Keliling Akhir Pekan 4 Juli 2026

Galuh Parantri04 Juli 2026 / 09:07 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?

18 Juli 2026 / 19:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.