Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melemah lebih dalam pada pekan ini seiring meningkatnya tekanan sentimen global dan domestik. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang resistance 8.100, pivot 8.000, dan support di area 7.700.
Meski diwarnai potensi koreksi lanjutan, Phintraco Sekuritas tetap merekomendasikan enam saham pilihan yang dinilai berpeluang mencatatkan kinerja positif. Salah satu saham yang masuk dalam daftar rekomendasi tersebut adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Dalam riset yang dirilis Senin (9/2/2026), Phintraco Sekuritas menjelaskan indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Penguatan tersebut didorong oleh rebound saham sektor teknologi serta kenaikan harga Bitcoin.
Indeks Dow Jones bahkan mencatatkan sejarah dengan untuk pertama kalinya ditutup di atas level 50.000, ditopang oleh penguatan saham-saham yang berkaitan erat dengan siklus ekonomi. Namun demikian, secara mingguan indeks S&P 500 dan Nasdaq masih mencatatkan pelemahan dibandingkan pekan sebelumnya.
Di sisi lain, harga emas turut mengalami rebound ke level US$4.954 per ons troi, didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor global di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
“Pada pekan ini, investor global akan mencermati data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat, data inflasi China, serta hasil pemilu sela di Jepang,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dibayangi oleh langkah Moody’s Investors Service yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2 atau masih dalam kategori investment grade.
Revisi outlook tersebut diikuti dengan penurunan prospek lima saham perbankan besar dari stabil menjadi negatif, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Selain sektor perbankan, Moody’s juga menurunkan outlook sejumlah emiten dan BUMN strategis lainnya, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Telkomsel, Pertamina, Pertamina Hulu Energi, MIND ID, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), serta PT United Tractors Tbk (UNTR).
Risk Premium Meningkat
Phintraco Sekuritas menilai penurunan outlook oleh Moody’s berpotensi meningkatkan risk premium terhadap aset Indonesia dalam jangka pendek. Kondisi tersebut dapat memicu arus keluar dana asing (foreign outflow) sementara, tekanan pada nilai tukar rupiah, serta peningkatan volatilitas IHSG.
Meski demikian, Phintraco Sekuritas menegaskan tekanan tersebut diperkirakan bersifat sementara selama peringkat Indonesia masih bertahan di level investment grade. Secara teknikal, IHSG pada pekan ini diperkirakan akan menguji area support di kisaran 7.700–7.800.
“Jika tekanan berlanjut, IHSG pekan ini berpotensi menguji support lanjutan di level 7.500,” jelas Phintraco Sekuritas.
Di tengah kondisi pasar yang volatil, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham pilihan yang dinilai memiliki potensi cuan, yakni PANI, TLKM, PNLF, CMRY, INTP, dan ERAL.

