Jakarta (Tutur.co.id) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan update terbaru penjualan tiket kereta api reguler lebaran 2026. Hingga Rabu 4/2/2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket kereta api untuk periode 11 dan 12 Maret 2026 telah terjual 435.708 tiket. Jumlah tersebut masih bertambah seiring pembukaan tahapan penjualan berikutnya.
Penjualan tiket mudik Lebaran 2026 sendiri dilaksanakan menggunakan skema H-45, di mana pemesanan dibuka secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan. Penjualan dimulai sejak 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026, dan berlanjut setiap hari hingga periode arus mudik dan balik.
Mekanisme ini tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya, dengan penguatan pada pengaturan penjualan dan sosialisasi bertahap agar distribusi penumpang lebih merata dan masyarakat memiliki ruang perencanaan perjalanan yang lebih baik.
“Hingga 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket kereta api reguler Lebaran untuk periode 11–21 Maret 2026 telah mencapai 435.708 tiket,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba kepada redaksi Tutur.co.id.
Terkait dengan mengantisipasi kepadatan di stasiun pada hari H, menurut Anne, pihaknya telah menyiapkan beberapa Langkah. Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan face recognition untuk mempercepat proses boarding sehingga pergerakan penumpang lebih lancar.
“Selain itu, KAI menyiapkan penambahan petugas operasional di stasiun-stasiun utama selama periode Lebaran untuk mengatur alur penumpang, khususnya pada jam keberangkatan dengan volume tinggi. KAI juga mengadakan posko untuk pekerja administrasi saat Lebaran,” kata Anne.
Pengaturan ini didukung pemantauan volume penumpang secara harian agar kepadatan dapat dikelola secara proporsional.

