Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 2,52% ke level 8.122 pada perdagangan Selasa (4/2/2026). Penguatan tajam ini disertai dengan peningkatan volume transaksi, yang mencerminkan kembali menguatnya minat beli investor di pasar saham domestik.
Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG saat ini masih berada dalam fase teknikal lanjutan. Berdasarkan analisis gelombang (wave), pergerakan indeks belum sepenuhnya berakhir dan masih menyimpan peluang kenaikan dalam jangka pendek.
“IHSG kami perkirakan masih berada pada bagian dari wave [x], sehingga peluang penguatan masih terbuka untuk menguji area 8.199 hingga 8.527,” ujar Herditya dalam riset MNCS Daily Scope Wave, Selasa (4/2/2026).
Meski demikian, Herditya mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek yang bersifat wajar, seiring reli cepat yang telah terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
“Area koreksi terdekat berada di kisaran 7.968 hingga 8.066. Selama level tersebut mampu bertahan, tren penguatan IHSG masih relatif terjaga,” jelasnya.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di area 7.854 dan 7.654. Sementara itu, resistance terdekat berada di level 8.181 dan 8.318, yang akan menjadi area krusial untuk menentukan kelanjutan tren kenaikan indeks.
Seiring prospek teknikal yang masih positif, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati oleh investor, antara lain:
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
PT Timah Tbk (TINS)
Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal yang menarik di tengah momentum penguatan IHSG dan membaiknya sentimen pasar saham domestik.

