Jakarta (tutur.co.id) – Mercedes-Benz menandai 140 tahun perjalanan inovasi otomotifnya dengan meluncurkan S-Class generasi terbaru yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI). Model flagship ini menjadi tonggak penting transformasi Mercedes-Benz menuju kendaraan otonom berfokus keselamatan, dengan mengandalkan teknologi canggih dari NVIDIA.
S-Class terbaru hadir dengan sistem operasi MB.OS dan dibangun di atas arsitektur NVIDIA DRIVE Hyperion, serta didukung perangkat lunak NVIDIA DRIVE AV full-stack. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan ini memiliki arsitektur L4-ready, yang siap digunakan untuk operasi mobil otonom tingkat lanjut, termasuk layanan robotaxi di masa depan.
Mercedes-Benz menegaskan bahwa pengembangan S-Class ini mengedepankan konsep safety-first autonomy. Teknologi NVIDIA Halos menjadi fondasi sistem keselamatan, dengan pendekatan pertahanan berlapis (defense-in-depth) yang memastikan kendaraan tetap beroperasi secara aman meskipun menghadapi gangguan perangkat keras, sensor, maupun perangkat lunak.
Direktur utama NVIDIA, Jensen Huang, menyebut Mercedes-Benz sebagai produsen otomotif yang selama ini menjadi tolok ukur kualitas dan keselamatan. Kolaborasi yang telah terjalin selama lima tahun terakhir diarahkan untuk membawa warisan tersebut ke era kendaraan berbasis AI tanpa mengorbankan standar premium yang melekat pada S-Class.
Dirancang untuk Mobil Otonom Premium dan Robotaxi
Berbeda dengan pendekatan otonom konvensional yang mengandalkan aturan statis atau respons terhadap pola tertentu, NVIDIA DRIVE AV memungkinkan S-Class menganalisis situasi lalu lintas secara menyeluruh. Sistem ini mampu memahami lingkungan kompleks, mengevaluasi berbagai kemungkinan, dan menentukan keputusan paling aman secara real-time.
Teknologi ini dikembangkan melalui pelatihan skala besar menggunakan sistem NVIDIA DGX, serta divalidasi melalui simulasi berpresisi tinggi berbasis NVIDIA Omniverse, termasuk NuRec libraries dan model dunia NVIDIA Cosmos. Hasilnya adalah sistem AI yang siap digunakan di kendaraan produksi dengan reliabilitas tinggi.
Arsitektur NVIDIA DRIVE Hyperion juga mengintegrasikan keberagaman sensor, mulai dari kamera, radar, hingga lidar, serta komputasi redundan. Pendekatan ini memastikan tidak ada satu titik kegagalan yang dapat mengganggu operasional kendaraan, menjadikannya ideal untuk layanan mobil otonom premium dan mobil dengan pengemudi profesional (chauffeured mobility).
Integrasi AI untuk Pengalaman Berkendara Aman dan Alami
Di balik kecanggihan tersebut, NVIDIA mengandalkan ekosistem AI yang lebih luas, termasuk model terbuka NVIDIA Alpamayo, yang memungkinkan kendaraan mengemudi secara halus dan natural layaknya manusia. Model ini dirancang untuk melakukan penalaran bertahap dalam menghadapi situasi kompleks, dengan keselamatan sebagai prioritas utama.
Pendekatan produksi yang menggabungkan pelatihan skala besar, simulasi realistis, validasi keselamatan ketat, serta integrasi mendalam dengan platform Mercedes-Benz, memungkinkan S-Class mendukung sistem bantuan mengemudi level 2 hingga arsitektur siap level 4 dalam satu fondasi teknologi.
Standar Keselamatan Mercedes-Benz di Era AI
Dengan hadirnya S-Class berbasis AI, definisi “mobil paling aman” mengalami pergeseran. Tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan saat kecelakaan, tetapi juga pada kemampuan kendaraan untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
Melalui kolaborasi ini, Mercedes-Benz dan NVIDIA menunjukkan bagaimana produsen otomotif legendaris dan pionir AI dapat bersinergi menghadirkan kendaraan yang lebih cerdas, aman, dan semakin otonom, tanpa mengorbankan kenyamanan, kemewahan, dan kualitas yang selama ini menjadi identitas S-Class.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Mercedes-Benz sebagai pemimpin keselamatan otomotif global yang siap menghadapi era kendaraan cerdas berbasis kecerdasan buatan. (sas)

