Aceh Tamiang (tutur.co.id) – PT Pertamina (Persero) secara aktif mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dengan memfokuskan pada penyediaan akses air bersih dan perbaikan sanitasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Hingga Jumat, 26 Desember 2025, perusahaan telah mereaktivasi 12 sumur warga yang tersebar di sejumlah lokasi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Wilayah Aceh Tamiang dinilai mengalami dampak yang cukup parah, di mana ketersediaan air layak konsumsi menjadi persoalan serius.
Wakil Presiden Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menekankan bahwa ketersediaan air bersih adalah prioritas utama. Menurut Baron, masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga pengaktifan kembali sumur dilakukan secara bertahap untuk memudahkan akses.
Upaya pemulihan sumber air bersih dan perbaikan sanitasi ini dilakukan sebagai kelanjutan dari bantuan air bersih yang telah didistribusikan selama fase transisi darurat. Sejak 4 Desember 2025, Pertamina telah memasok lebih dari 1,4 juta liter air bersih ke Aceh Tamiang menggunakan 191 mobil tangki dari Medan.
Kedua belas sumur yang telah direaktivasi tersebar di beberapa titik, antara lain di Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, dan Kota Kualasimpang. Kolaborasi dengan organisasi Wanadri dan TNI turut mendukung keberhasilan operasi ini.
Selain sumur warga, Pertamina juga melakukan perbaikan fasilitas sanitasi air di sejumlah pusat layanan kesehatan strategis. Lokasi yang mendapat perhatian meliputi RSUD Aceh Tamiang, Puskesmas Bandar Pusaka, Puskesmas Tamiang Hulu, dan Puskesmas Rantau. Untuk kebutuhan jangka panjang, perusahaan saat ini sedang dalam proses pengeboran tiga sumur bor baru.
Relawan Pertamina Peduli, Neni Herawati, yang juga Technical Planning Manager JOB Pertamina-Medco Simenggaris Subholding Upstream Pertamina, menjelaskan bahwa program sanitasi ini dirumuskan setelah koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang. Strategi pengiriman air bersih, reaktivasi sumur, dan pembuatan sumur bor dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan akses air bersih yang berkelanjutan dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dukungan dari pemerintah daerah menguatkan pentingnya aksi ini. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, menyatakan bantuan air bersih sangat vital bagi keselamatan warga. Mustakim mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang selama ini bertahan dengan memanfaatkan air hujan atau menyaring air genangan secara sederhana. Warga setempat disebutkan sangat berterima kasih atas bantuan yang datang dari Pertamina, Wanadri, dan seluruh relawan.
Selain di Aceh Tamiang, Pertamina juga telah mendistribusikan air bersih ke 100 titik di wilayah Lhokseumawe. Komitmen sosial perusahaan ini sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola yang baik, pelayanan publik, serta prinsip keberlanjutan usaha dan lingkungan.
Sebagai perusahaan pemimpin transisi energi, Pertamina menyatakan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut diimplementasikan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya. (sas)

