Teheran (tutur.co.id) – Menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) terbaru terhadap Iran yang menargetkan infrastruktur sipil dan mengakibatkan kematian sejumlah warga Iran, duta besar dan perwakilan tetap Iran untuk PBB mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB dan sekretaris jenderal.
Dilansir dari Pars Today, Sabtu 18 Juli 2026, duta besar dan perwakilan tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani telah menulis surat pada Jumat kemarin yang ditujukan kepada sekretaris jenderal PBB dan presiden bergilir Dewan Keamanan bahwa serangan AS terhadap Iran merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB.
“Semua Anggota PBB harus menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara apa pun yang tidak konsisten dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian bunyi pasal tersebut.
Amir Saeid Iravani bahkan menambahkan bahwa penargetan berulang terhadap properti dan infrastruktur sipil, terutama jaringan transportasi dan kereta api yang vital, yang dilakukan pasukan Amerika Serikat merupakan kejahatan perang.
Iravani menekankan bahwa Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab internasional penuh atas hilangnya nyawa, cedera, kerusakan infrastruktur, kerusakan lingkungan, dan semua konsekuensi lain yang timbul dari tindakan yang melanggar hukum internasional tersebut.
Sang dubes lebih lanjut menyatakan bahwa pemerintah Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa berlanjutnya serangan militer ilegal ini menimbulkan ancaman serius dan telah merusak perdamaian dan keamanan internasional, kebebasan navigasi, stabilitas regional, dan keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Karena itu, Iravani menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk segera memenuhi tanggung jawab utamanya berdasarkan Piagam PBB untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional dengan mengambil langkah-langkah mendesak dan efektif untuk mengakhiri agresi AS itu. Dan juga meminta pertanggungjawaban atas semua pelanggaran serius itu.

