Selayar (tutur.co.id) – Sebuah tragedi laut kembali terjadi di perairan Indonesia pada Rabu 15 Juli 2026. Kapal Motor (KM) Nurul Salsa dilaporkan mengalami mati mesin hingga akhirnya tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dari data terakhir, 1 orang meninggal dan 25 orang masih hilang.
Berdasarkan data terbaru dari Basarnas Makassar tersebut, kapal Nurul Salsa ini mengangkut total 78 penumpang dan insiden ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi masalah teknis dan cuaca buruk, di mana kapal mati mesin lalu dihantam oleh gelombang tinggi.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut penyebab pasti kecelakaan ini. Informasi awal menunjukkan bahwa KM Nurul Salsa diduga kuat berlayar dalam kondisi over kapasitas atau melebihi muatan yang diizinkan. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan dan memeriksa nakhoda KM Nurul Salsa untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kelayakan berlayar dan manifes penumpang.
Basarnas Tambah Kekuatan Pencarian KM Nurul Salsa
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar saat ini terus memperkuat upaya pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Memasuki hari keempat operasi SAR, Basarnas mendapat tambahan dukungan armada dan personel dari Kantor Basarnas Kendari serta Kantor Basarnas Maumere.
Tambahan kekuatan tersebut berupa KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari dengan Person On Board (POB) sebanyak 28 orang, serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere yang membawa 15 orang personel (POB). Kedua kapal SAR tersebut dikerahkan untuk memperkuat unsur laut dalam operasi pencarian terhadap 25 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penambahan armada dari dua kantor Basarnas merupakan bentuk sinergi nasional dalam mempercepat proses pencarian.
“Operasi pencarian KM Nurul Salsa mendapatkan tambahan kekuatan dari Kantor Basarnas Kendari dan Kantor Basarnas Maumere. Basarnas Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan dengan 28 personel, sedangkan Basarnas Maumere mengirimkan KN SAR Puntadewa dengan 15 personel. Dukungan ini akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam melakukan penyisiran di wilayah pencarian yang cukup luas,” ujar Sultan.
Menurutnya, semakin banyak unsur yang terlibat, semakin besar pula cakupan area yang dapat disisir secara bersamaan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi, terutama dengan mempertimbangkan dinamika arus laut, arah angin, dan kondisi cuaca di perairan Selayar.
“Kami terus melakukan evaluasi setiap hari terhadap pola pencarian berdasarkan data pergerakan arus dan kondisi meteorologi. Dengan hadirnya tambahan dua kapal SAR beserta personelnya, kami dapat mengoptimalkan pembagian sektor pencarian sehingga setiap area prioritas dapat dijangkau secara maksimal, dan rencananya untuk besok pagi akan menyisir di pulau kosong tak berpenghuni di sekitar wilayah Pulau Sabalana,” tambahnya.
Basarnas Makassar juga menyampaikan dalam operasi SAR ini terdapat tiga posko, yaitu posko Makassar, posko Selayar dan posko Jampea, sebagai wadah untuk perluasan informasi bagi keluarga korban.
Hingga Sabtu 18 Juli 2026, data sementara menunjukkan dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR akan terus dilaksanakan dengan melibatkan seluruh potensi SAR, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat nelayan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

