Moskow (tutur.co.id) – Paruh kedua tahun 2026 ini akan menjadi ajang pamer kekuatan militer Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan niatnya untuk melakukan tujuh latihan militer gabungan dengan beberapa negara tahun ini.
Hal ini merupakan bagian dari rencana untuk memperkuat kerja sama militer dan pertukaran keahlian dengan mitra strategisnya, terutama dengan Tiongkok, India, dan Iran.
Kementerian menjelaskan bahwa latihan tersebut juga akan melibatkan negara-negara lain yang memiliki hubungan pertahanan dan militer dengan Rusia. Selain itu, latihan tersebut akan mencakup manuver darat, laut, dan udara.
Latihan tersebut juga akan mencakup pelatihan tentang penanggulangan ancaman modern dan peningkatan koordinasi antar pasukan yang berpartisipasi dalam berbagai skenario pertempuran.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program kerja sama militer internasional Moskow yang rutin dilakukan.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan kesiapan angkatan bersenjata, meningkatkan kemampuan mereka untuk melakukan operasi gabungan, dan bertukar keahlian dalam komando dan kendali serta perencanaan militer.
Para pengamat percaya bahwa partisipasi Tiongkok, India, dan Iran dalam latihan ini mencerminkan fokus berkelanjutan Rusia untuk memperluas kemitraan pertahanannya dengan kekuatan Asia dan regional.
Hal ini terjadi di tengah perubahan lanskap internasional dan meningkatnya tantangan keamanan. Dan latihan-latihan ini juga menunjukkan komitmen Moskow mempertahankan tingkat koordinasi militer yang tinggi dengan para sekutunya.
Hal ini terjadi bersamaan dengan modernisasi kemampuan pertahanan dan penguatan kerja sama di bidang keamanan maritim, pertahanan udara, dan penanggulangan ancaman nonkonvensional.
Latihan-latihan tersebut diharapkan akan dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan mendatang, melibatkan unit militer khusus dan peralatan canggih tentunya.
Selain itu, latihan-latihan ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesiapan tempur pasukan yang berpartisipasi dan memperkuat kerja sama pertahanan di antara negara-negara yang berpartisipasi.

