Lisbon (Tutur.co.id) – Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) resmi menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih baru Selecao untuk menggantikan Roberto Martinez. Penunjukan pelatih senior berusia 71 tahun itu menjadi awal era baru Selecao setelah kegagalan mereka di Piala Dunia 2026.
Melalui akun resmi media sosialnya pada Jumat (10/7/2026), FPF mengumumkan kedatangan Jorge Jesus sebagai nahkoda baru tim nasional. Meski federasi belum mengungkapkan detail durasi kontraknya, jurnalis Italia Fabrizio Romano melaporkan bahwa Jesus telah menandatangani kontrak hingga 2030.
Dengan kesepakatan tersebut, Jorge Jesus diproyeksikan memimpin Portugal dalam sejumlah agenda besar, mulai dari UEFA Nations League, Euro 2028, hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Jorge Jesus menangani tim nasional sepanjang karier kepelatihannya. Sejak memulai karier sebagai pelatih kepala Amora FC pada 1989, ia lebih banyak membangun reputasi bersama klub-klub elite di berbagai negara.
Karier Gemilang di Level Klub
Nama Jorge Jesus identik dengan kesuksesan di kompetisi domestik Portugal. Ia pernah menangani sejumlah klub besar seperti Belenenses, SC Braga, Benfica, dan Sporting CP, serta mempersembahkan berbagai gelar bergengsi selama berkarier di negaranya.
Dalam perjalanan kariernya, Jesus juga sukses menorehkan prestasi di luar Portugal. Ia pernah melatih Flamengo di Brasil, Al Hilal dan Al Nassr di Arab Saudi, serta Fenerbahce di Turki.
Bersama Flamengo, Jesus mengantar klub tersebut menjuarai Liga Brasil sekaligus membangun salah satu tim terbaik dalam sejarah modern klub. Sementara di Turki, ia mempersembahkan Piala Turki untuk Fenerbahce.
Prestasi terbarunya hadir bersama Al Nassr. Menangani klub asal Jeddah sejak awal musim 2025/2026, Jesus berhasil mengakhiri penantian panjang selama tujuh tahun dengan membawa Al Nassr menjuarai Liga Arab Saudi.
Misi Besar Bersama Portugal
Kini, tantangan berbeda menanti Jorge Jesus di level internasional. Setelah bertahun-tahun sukses di klub, pelatih kelahiran 24 Juli 1954 itu ditugaskan membawa Portugal kembali bersaing di papan atas sepak bola dunia.
Target utamanya bukan hanya membangun regenerasi skuad pasca-era Roberto Martinez, tetapi juga mempersiapkan Portugal menghadapi Euro 2028 dan tampil kompetitif pada Piala Dunia 2030.
Pengalaman panjang, rekam jejak juara, serta kemampuannya membangun tim diharapkan mampu mengembalikan Portugal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dan dunia.
Bagaimana Masa Depan Cristiano Ronaldo?
Penunjukan Jorge Jesus langsung memunculkan satu pertanyaan besar: apakah Cristiano Ronaldo akan tetap melanjutkan karier internasionalnya atau akhirnya benar-benar menutup lembaran bersama Selecao? Sebelum Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo telah menegaskan bahwa turnamen di Amerika Utara akan menjadi Piala Dunia terakhirnya.
Namun, ia belum pernah menyatakan pensiun dari tim nasional secara keseluruhan dan memilih menunda keputusan akhir mengenai masa depannya. Kehadiran Jorge Jesus bisa menjadi faktor penting karena keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat setelah bekerja sama di Al Nassr. Di bawah asuhan Jesus, Ronaldo kembali menemukan performa terbaiknya dan sukses mengakhiri penantian gelar Liga Arab Saudi.
Sebaliknya sang pelatih beberapa kali menyebut Ronaldo sebagai “simbol sepak bola Portugal” yang tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional. Bahkan, dalam perkenalan resminya sebagai pelatih Portugal, Jesus menegaskan akan segera berbicara langsung dengan Ronaldo dan membuka peluang memanggilnya kembali selama kondisinya masih layak bersaing di level internasional.

