Bangka Belitung (tutur.co.id) – TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sebanyak 25 ton timah ilegal atau setara 500 karung dengan estimasi nilai mencapai Rp12,5 miliar.
Operasi penindakan dilakukan pada Rabu (14/1/2026) malam, saat patroli laut TNI AL mencegat sebuah kapal nelayan yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan muatan timah yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia.
Dalam operasi tersebut, TNI AL mengamankan kapal nelayan beserta empat orang anak buah kapal (ABK). Seluruh barang bukti dan para terduga pelaku selanjutnya diserahkan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AL, dikutip Selasa (20/1/2026).
Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari hasil pendeteksian KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi Bantuan Kendali Operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) I. Kecurigaan terhadap kapal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui patroli laut terpadu.
Operasi ini melibatkan unsur KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) TNI AL, Satuan Tugas Intelijen TNI AL (Satgas Sintelal), serta sinergi dengan Bea Cukai Pangkal Pinang dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Pangkal Pinang.
Penindakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan perlunya langkah tegas terhadap praktik penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara.
“Terlalu banyak penyelundupan. Kita sudah kerahkan TNI dan Polri, kerahkan kekuatan, masih saja pihak-pihak yang tidak mau menghormati hukum di Indonesia. Kita harus terus bertekad untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.
Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di laut dan perlindungan sumber daya alam strategis nasional, TNI AL terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan, khususnya di wilayah perairan yang rawan terhadap aktivitas ilegal. Langkah ini merupakan implementasi tugas pokok TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

