Jakarta (tutur.co.id) – Memasuki sepuluh hari akhir Januari, notifikasi tagihan mulai berdatangan. Ibu-ibu merasa isi dompet makin terasa tipis. Januari sering kali menjadi bulan paling berat secara keuangan. Hal ini disebabkan banyaknya biaya yang datang secara bersamaan di awal tahun.
Mengapa 10 hari akhir Januari terasa paling panjang?
Akhir tahun liburan keluarga bertepatan dengan libur sekolah anak tentunya menjadi pos pengeluaran yang besar dalam keuangan keluarga. Efeknya masih terbawa di bulan Januari. Ditambah ada ekstra liburan panjang Isra Mikraj akhir pekan lalu. Setidaknya, ada pengeluaran ekstra yang dikeluarkan di bulan ini. Mental bekerja Anda masih memasuki tahap adaptasi, memulai awal tahun. Ini secara psikologis memengaruhi mental Anda.
Cobalah mode bertahan
Bulan Januari bukan bulan untuk mengejar target keuangan. Coba fokus pada: tidak menambah masalah yang baru. Bertahan untuk tidak mengada-ngada dalam pos pengeluaran keuangan adalah langkah yang paling tepat. Selesaikan kewajiban, lalu sisanya bertahanlah sesuaikan kebutuhan pokok.
Prioritaskan ulang pengeluaran untuk 10 hari ke depan
Mulai pisahkan pengeluaran wajib di sisa bulan ini yang harus Anda selesaikan. Seperti tagihan listrik, uang sekolah SPP. Coba tunda keinginan yang bukan menjadi kebutuhan. Hindari dulu cek out impulsif, atau nongkrong ngopi, bahkan jajan online. Pintar-pintar menyiasati pengeluaran yang bisa ditekan. Misal menu masak yang lebih sederhana, pilihan stok belanja ke opsi yang lebih murah secara harga.
Di sisa sepuluh hari ini, jangan membandingkan diri Anda dengan keuangan keluarga lain. Cukup jujur pada kondisi Anda sendiri. Jangan menyalahkan diri atas kondisi keuangan terkini. Bertahan hindari hutang itu sudah pencapaian. Pelan-pelan perbaiki agar bulan berikut Anda dapat lebih bijak dan menyusun ulang dengan kesadaran penuh.

