Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Samsat Keliling Jabodetabek Beroperasi 7 Juli 2026, Manfaatkan Layanan di 14 Titik
  • Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 7 Juli 2026
  • Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Diduga Penyebab Blackout
  • Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Siap Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
  • IHSG Dibidik Tembus 6.000 di Tanggal Cantik 7-7, Phintraco Pilih 5 Saham Calon Cuan
  • Menkum Supratman Dorong Tata Kelola Royalti Musik dan Jurnalistik di Forum WIPO
  • IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Pilih 3 Saham yang Layak Diborong Hari Ini
  • Terima Masukan Masyarakat, Pelatihan SPPI Disempurnakan Lebih Humanis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Mirae Asset Ungkap Kunci Sentimen Pasar Semester II, BBCA Jadi Saham Perbankan Favorit

Mirae Asset Ungkap Kunci Sentimen Pasar Semester II, BBCA Jadi Saham Perbankan Favorit

Market Gusti Tetiro07 Juli 2026 / 06:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi BCA Mobile (Foto: Tutur/BCA)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketahanan sektor eksternal Indonesia akan menjadi penentu utama arah sentimen pasar modal pada semester II-2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor diperkirakan semakin selektif dengan mengutamakan emiten yang memiliki fundamental kuat dan mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas di tengah suku bunga yang masih tinggi dan dinamika ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

“Investor akan semakin memperhatikan kualitas fundamental perusahaan. Di tengah kondisi makro yang masih berkembang, emiten dengan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan akan memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan emiten yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi pasar,” ujar Rully, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Mirae Asset tetap menempatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai pilihan utama di sektor perbankan. Menurut Rully, BBCA memiliki fundamental yang lebih solid dibandingkan bank-bank besar lainnya.

Penilaian tersebut ditopang oleh prospek ekspansi net interest margin (NIM), likuiditas yang kuat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 74,1%, serta kualitas aset yang tetap terjaga. Hal itu tercermin dari gross non-performing loan (NPL) sebesar 1,8% dan cost of credit yang stabil di level 6 basis poin.

“Dalam kondisi likuiditas perbankan yang masih relatif ketat, kami melihat BBCA berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan bank-bank besar lainnya. Fundamental tersebut menjadi salah satu alasan kami tetap menempatkan BBCA sebagai top pick di sektor perbankan,” kata Rully.

Ia menambahkan, investor perlu menyeimbangkan analisis terhadap faktor makroekonomi dengan kualitas fundamental emiten agar mampu menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi.

Baca Juga  Wajah Baru dari Penataan Jalan Rasuna Said Jakarta

Sementara itu, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menilai perhatian pelaku pasar kini mulai bergeser ke kemampuan Indonesia menjaga ketahanan sektor eksternal.

Menurut Novani, perubahan fokus tersebut dipicu defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026, yang mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sekaligus menjadi defisit bulanan terbesar sejak April 2019.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap sektor eksternal Indonesia akibat perlambatan perdagangan global, normalisasi harga komoditas, serta tingginya impor minyak dan gas (migas).

Situasi tersebut juga terjadi ketika transaksi berjalan masih mengalami defisit dan cadangan devisa menunjukkan tren penurunan.

“Berakhirnya surplus perdagangan selama 72 bulan menunjukkan bantalan eksternal Indonesia mulai menyempit. Dampaknya, ketergantungan terhadap arus modal portofolio untuk menjaga stabilitas eksternal menjadi semakin besar,” ujar Novani.

Ke depan, lanjutnya, pasar tidak hanya akan mencermati peluang kembalinya surplus perdagangan, tetapi juga kemampuan Indonesia menjaga ketahanan sektor eksternal secara menyeluruh.

Menurut Novani, sejumlah faktor yang akan menjadi perhatian investor meliputi pemulihan permintaan global, pergerakan harga komoditas, tingginya kebutuhan impor energi, hingga efektivitas implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

“Faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama ketahanan sektor eksternal, stabilitas nilai tukar rupiah, dan sentimen pasar ke depan,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, Mirae Asset memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang berorientasi pada stabilitas, selama surplus perdagangan belum kembali kuat, transaksi berjalan masih defisit, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum sepenuhnya mereda.

BBCA headline Mirae Asset sektor eksternal sentimen pasar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Naik, tapi Waspadai Koreksi! Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini
Next Article Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Berita Lainnya

Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Diduga Penyebab Blackout

07 Juli 2026 / 09:02 WIB

IHSG Dibidik Tembus 6.000 di Tanggal Cantik 7-7, Phintraco Pilih 5 Saham Calon Cuan

07 Juli 2026 / 08:28 WIB

IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Pilih 3 Saham yang Layak Diborong Hari Ini

07 Juli 2026 / 07:30 WIB

MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Naik, tapi Waspadai Koreksi! Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

07 Juli 2026 / 05:35 WIB

Argentina vs Mesir: Satu Tiket, Dua Mimpi Besar

07 Juli 2026 / 02:00 WIB

Adu Kekuatan di Setiap Lini: Siapa Menang, Siapa Pulang?

07 Juli 2026 / 00:10 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Moment Unik di Piala Dunia 2026, Merlin Si Bebek Gemoy Mexico

Rizky Alfiantiko24 Juni 2026 / 17:20 WIB

Samsat Keliling Jabodetabek Beroperasi 7 Juli 2026, Manfaatkan Layanan di 14 Titik

07 Juli 2026 / 09:11 WIB

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 7 Juli 2026

07 Juli 2026 / 09:05 WIB

Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Diduga Penyebab Blackout

07 Juli 2026 / 09:02 WIB

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Siap Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

07 Juli 2026 / 08:52 WIB

IHSG Dibidik Tembus 6.000 di Tanggal Cantik 7-7, Phintraco Pilih 5 Saham Calon Cuan

07 Juli 2026 / 08:28 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.