New York (Tutur.co.id) – Pertandingan Portugal vs Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur. Bukan hanya karena mempertemukan dua kekuatan sepak bola Eropa, tetapi juga karena adu taktik yang diperkirakan akan berlangsung sengit sejak menit pertama.
Koordinator Sports Mole, Ben Knapton, menggambarkan bagaimana kedua tim sama-sama mengandalkan penguasaan bola dan kualitas lini tengah untuk mendominasi permainan.
Duel Lini Tengah Jadi Kunci Pertandingan
Menurut Knapton, pertarungan utama kemungkinan besar akan terjadi di sektor tengah lapangan. Portugal memiliki trio gelandang berkualitas seperti Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes.
Spanyol datang dengan lini tengah yang tak kalah mewah berisi Rodri, Pedri, serta beberapa opsi lain seperti Dani Olmo, Fabian Ruiz, Gavi, hingga Mikel Merino.
Saat mengalahkan Austria, Luis de la Fuente memilih memainkan Dani Olmo sebagai gelandang kreatif, tetapi kedalaman skuad membuat Spanyol memiliki banyak variasi taktik.
Di sisi lain, lini tengah Portugal sempat mendapat kritik saat menghadapi Kroasia karena dinilai terlalu lambat membangun serangan dan terlalu sering memainkan umpan ke belakang.
Sebaliknya, Spanyol tampil lebih progresif. Pedri dikenal selalu berusaha mengalirkan bola ke depan, sedangkan Dani Olmo mampu menciptakan peluang melalui kreativitasnya di area antarlini.
Jika La Roja mampu menguasai ritme permainan melalui sirkulasi bola mereka, Spanyol diyakini memiliki sedikit keunggulan dalam duel lini tengah.
Lamine Yamal vs Nuno Mendes Jadi Duel Paling Dinantikan
Meski pertarungan di lini tengah sangat penting, Ben Knapton justru menilai duel di sisi sayap akan menjadi faktor paling menentukan. Sorotan utama tertuju pada pertemuan Lamine Yamal dengan bek kiri Portugal, Nuno Mendes.
Mendes dikenal sebagai bek modern yang sangat aktif membantu serangan. Namun, agresivitasnya itu juga bisa menjadi risiko ketika harus menghadapi pemain secepat dan sekreatif Yamal.
Menurut Knapton, tantangan terbesar Mendes adalah menjaga keseimbangan antara membantu serangan Portugal dan meredam ancaman dari wonderkid Barcelona tersebut. Jika terlalu sering meninggalkan posisinya, ruang di sisi kiri pertahanan Portugal bisa dimanfaatkan Yamal untuk menciptakan peluang berbahaya.
Portugal Harus Maksimalkan Rafael Leao
Selain duel Yamal kontra Mendes, Portugal juga berharap banyak kepada Rafael Leao. Saat menghadapi Kroasia, penyerang AC Milan itu hampir mencetak gol spektakuler melalui tendangan melengkung yang hanya membentur mistar gawang.
Kecepatan dan kemampuan menggiring bola Leao menjadi salah satu senjata utama Portugal. Namun, Spanyol diperkirakan akan memberikan pengawalan ganda terhadapnya agar tidak memiliki ruang untuk berakselerasi.
Solidnya organisasi pertahanan La Roja sejauh ini menjadi alasan mereka masih mencatat rekor sempurna tanpa kebobolan di Piala Dunia 2026.
Reuni Pedro Neto dan Marc Cucurella
Pertarungan menarik lainnya diperkirakan terjadi di sisi kanan Portugal. Pedro Neto kemungkinan akan berhadapan langsung dengan bek kiri Spanyol, Marc Cucurella.
Keduanya sudah saling mengenal setelah pernah bermain bersama di Chelsea, sehingga masing-masing memahami karakter permainan, kelebihan, dan kelemahan lawannya. Duel tersebut berpotensi menjadi salah satu titik panas sepanjang pertandingan.
Portugal Wajib Redam Ketajaman Mikel Oyarzabal
Selain mengantisipasi permainan kolektif Spanyol, Portugal juga harus memberikan perhatian khusus kepada Mikel Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad itu sedang berada dalam performa luar biasa bersama tim nasional.
Ia telah mencatatkan 23 keterlibatan gol dalam 16 penampilan terakhir bersama Spanyol. Meski sempat tampil kurang menonjol pada awal turnamen, termasuk saat menghadapi Tanjung Verde ketika nyaris tidak menyentuh bola selama 30 menit pertama, Oyarzabal kini kembali menemukan performa terbaiknya.
Kemampuannya memanfaatkan ruang sempit di dalam kotak penalti membuat Portugal tidak boleh memberikan sedikit pun celah. Satu peluang kecil saja bisa langsung diubah menjadi gol oleh penyerang berusia 29 tahun tersebut.
Gol Pertama Bisa Menentukan Segalanya
Knapton juga menilai gol pembuka akan sangat menentukan arah pertandingan. Apabila Spanyol mampu mencetak gol lebih dahulu, Portugal dipastikan harus bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.
Situasi tersebut justru akan menguntungkan La Roja karena pemain-pemain seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Dani Olmo sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan transisi cepat.
Sebaliknya, jika Portugal mampu unggul lebih dulu, mereka bisa memaksa Spanyol keluar dari pola permainan nyaman yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.
Dengan kualitas dua tim yang sama-sama gemar menguasai bola, laga Portugal vs Spanyol diprediksi berlangsung ketat dan sarat pertarungan taktik.
Namun, menurut Ben Knapton, duel antara Lamine Yamal dan Nuno Mendes berpotensi menjadi momen yang paling menentukan dalam perebutan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026.

