Sorong (tutur.co.id)- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi digital yang inklusif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur.co.id, Telkom meluncurkan program Rural Youth AI Facilitator untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya Papua Barat Daya, dengan memberdayakan talenta muda sebagai agen transformasi digital.
Program ini hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya literasi digital UMKM di Papua Barat Daya. Data Pemerintah Kota Sorong mencatat terdapat lebih dari 6.800 UMKM, sementara di Kabupaten Sorong baru sekitar 150 dari 6.000 pelaku usaha yang telah memperoleh pelatihan digitalisasi. Kondisi tersebut mendorong Telkom menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Telkom memberikan pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada 70 mahasiswa dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Dengan metode train the trainer, para peserta dipersiapkan menjadi pendamping UMKM dalam memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing usaha.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan pemberdayaan talenta muda menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Menurutnya, program Rural Youth AI Facilitator diharapkan mampu membantu semakin banyak UMKM memanfaatkan AI untuk menciptakan nilai tambah bagi usahanya.
Usai mengikuti pelatihan, para mahasiswa akan mendampingi pelaku UMKM secara langsung, mulai dari pengembangan aset digital, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan AI dalam operasional bisnis. Mereka juga akan berkolaborasi dengan kelompok usaha Mama-Mama Papua, komunitas pemuda desa, serta pengelola BUMDes untuk memperkuat promosi digital, tata kelola usaha, dan peluang kemitraan bisnis.
Melalui program TJSL ini, Telkom menegaskan komitmennya membangun ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan berdaya saing sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perusahaan optimistis kolaborasi antara teknologi, generasi muda, dan masyarakat dapat memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperluas pemerataan kesejahteraan di Indonesia.

