Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Pertamina Perkuat Budaya HSSE demi Operasional Aman dan Andal
  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek 3 Juli 206
  • Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 3 Juli 2026
  • MNC Sekuritas Beberkan Strategi untuk ADMR, BRMS, RATU, dan INDF
  • Australia vs Mesir: The Socceroos Berjuang Demi Harga Diri Asia
  • Wall Street Menguat, BRI Danareksa Ungkap 3 Saham Potensial Saat IHSG Sideways
  • HISMINU: Program MBG Jangan Korbankan Anggaran Pendidikan
  • IHSG Masih Konsolidatif, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ANTM, BBCA, BMRI, TPIA, dan INDF
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»HISMINU: Program MBG Jangan Korbankan Anggaran Pendidikan

HISMINU: Program MBG Jangan Korbankan Anggaran Pendidikan

Nasional Deba Salamah03 Juli 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua Umum PP HISMINU Z Arifin Junaidi (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan datang dari Pengurus Pusat Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (PP HISMINU), yang menilai pemenuhan gizi anak tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan hak atas pendidikan.

Ketua Umum PP HISMINU, Z Arifin Junaidi, mengatakan gugatan terhadap program MBG di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sinyal bahwa terdapat persoalan mendasar dalam desain kebijakan pemerintah. Menurutnya, muncul kesenjangan antara kebutuhan sekolah, guru, dan madrasah dengan arah kebijakan yang kini menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Pada dasarnya, gizi anak dan biaya pendidikan tidak boleh saling meniadakan,” kata Arifin kepada redaksi Tutur di Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Arifin menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya memperbaiki aspek pelaksanaan program. Berbagai persoalan yang muncul, mulai dari kasus hukum yang menjerat pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) hingga gugatan uji materi di MK, menurutnya harus menjadi alarm untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Kami mengapresiasi BGN yang terus berbenah. Namun, perbaikan implementasi saja tidak cukup. Dari sisi anggaran, akan lebih bijaksana jika program ini tidak menggunakan anggaran pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan negara tidak semestinya menempatkan pemenuhan gizi dan pendidikan sebagai dua kepentingan yang saling berebut anggaran. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi secara bersamaan.

Sebagai organisasi yang selama tiga tahun terakhir mengembangkan program pemagangan santri ke Jepang, HISMINU mengaku banyak mempelajari sistem penyediaan makan bergizi di negara tersebut.

Menurut Arifin, Jepang mampu menjalankan program makan bergizi bagi pelajar tanpa mengurangi komitmen negara terhadap pembiayaan pendidikan.

“Kami banyak bekerja sama dengan Jepang. Program makan bergizi di sana sangat bersih, rapi, dan tertata. Yang terpenting, tidak ada benturan antara program makan bergizi dengan anggaran pendidikan,” katanya.

Baca Juga  Prabowonomics, Diantara Sosialisme dan Kapitalisme

Ia juga mengutip filosofi pelayanan publik di Jepang yang menempatkan akses pendidikan sebagai prioritas utama. Bahkan, kata dia, sebuah jalur kereta tetap dioperasikan meski hanya digunakan oleh satu pelajar.

“Filosofinya, akses pendidikan tidak boleh ditawar atau dikurangi. No Child Left Behind. Sementara di Indonesia masih ada hampir empat juta anak yang belum bersekolah. Anggaran pendidikan seharusnya lebih dulu berpihak kepada mereka,” ujarnya.

PP HISMINU juga menyatakan dukungan terhadap gugatan uji materi program MBG di MK, termasuk kesaksian Iman Zanatul Haeri yang merupakan Wakil Sekretaris PP HISMINU.

“Sebelum sidang, Iman sowan kepada saya dan pembina PP HISMINU, KH. Said Aqil Siroj. Tentu kami mendukung. Guru, sekolah, dan madrasah di bawah HISMINU juga mengharapkan adanya perbaikan nasib guru,” tutur Arifin.

Menurutnya, substansi gugatan tersebut bukan semata-mata menolak program MBG, melainkan mempertanyakan arah keberpihakan negara terhadap dunia pendidikan, terutama bagi guru, sekolah, madrasah, dan pesantren.

Selain menyampaikan kritik, HISMINU juga menawarkan alternatif pelaksanaan program MBG yang dinilai lebih efisien. Arifin mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan dapur sekolah, madrasah, maupun pesantren yang telah tersedia, sehingga tidak perlu membangun fasilitas baru.

“Sebenarnya aspirasi kami, peningkatan gizi bisa melibatkan kantin atau dapur sekolah dan madrasah. Apalagi pesantren sudah memiliki dapur. Tidak perlu membangun dapur baru, cukup menyediakan bahan makanannya,” jelasnya.

Menurut Arifin, skema tersebut dinilai lebih hemat anggaran sekaligus mampu memberdayakan lembaga pendidikan yang telah memiliki infrastruktur pendukung.

Di akhir pernyataannya, Arifin meminta pemerintah mencari sumber pembiayaan program MBG di luar anggaran pendidikan. Ia juga mengingatkan masih banyak persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya di lingkungan pesantren, yang belum mendapat perhatian memadai.

Baca Juga  Tumpangi Mobil Listrik, Mensos Saifullah Yusuf Tiba di Gedung KPK 

“Harusnya pesantren juga menjadi perhatian,” ujarnya.

HISMINU menegaskan pemenuhan gizi anak merupakan agenda penting negara. Namun, pelaksanaannya tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan maupun meningkatkan kesejahteraan guru. Di tengah masih jutaan anak yang belum mengenyam pendidikan dan berbagai persoalan pembiayaan lembaga pendidikan, organisasi tersebut menilai pemerintah perlu menata kembali prioritas anggaran agar program MBG dan sektor pendidikan dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.

Arifin Junaidi headline HISMINU Mahkamah Konstitusi Makan Bergizi Gratis Program MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Masih Konsolidatif, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ANTM, BBCA, BMRI, TPIA, dan INDF
Next Article Wall Street Menguat, BRI Danareksa Ungkap 3 Saham Potensial Saat IHSG Sideways

Berita Lainnya

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek 3 Juli 206

03 Juli 2026 / 08:57 WIB

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 3 Juli 2026

03 Juli 2026 / 08:52 WIB

MNC Sekuritas Beberkan Strategi untuk ADMR, BRMS, RATU, dan INDF

03 Juli 2026 / 08:29 WIB

Australia vs Mesir: The Socceroos Berjuang Demi Harga Diri Asia

03 Juli 2026 / 08:00 WIB

Wall Street Menguat, BRI Danareksa Ungkap 3 Saham Potensial Saat IHSG Sideways

03 Juli 2026 / 07:29 WIB

IHSG Masih Konsolidatif, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ANTM, BBCA, BMRI, TPIA, dan INDF

03 Juli 2026 / 06:29 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jelang Idulfitri 1447 H, Gubernur Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas

Sasha Widiawati19 Maret 2026 / 03:48 WIB

Pertamina Perkuat Budaya HSSE demi Operasional Aman dan Andal

03 Juli 2026 / 09:30 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek 3 Juli 206

03 Juli 2026 / 08:57 WIB

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 3 Juli 2026

03 Juli 2026 / 08:52 WIB

MNC Sekuritas Beberkan Strategi untuk ADMR, BRMS, RATU, dan INDF

03 Juli 2026 / 08:29 WIB

Australia vs Mesir: The Socceroos Berjuang Demi Harga Diri Asia

03 Juli 2026 / 08:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.