Dallas (Tutur.co.id) – Argentina akan menutup perjuangannya di fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J di AT&T Stadium, Dallas, Minggu pagi WIB. Sang juara bertahan telah memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup, sementara Yordania sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Meski tanpa taruhan hasil, duel ini tetap menarik karena jadi kesempatan bagi La Albiceleste menjaga momentum kemenangan sekaligus memberi menit bermain kepada sejumlah pemain pelapis. Selain itu Lionel Messi berpeluang kembali menambah rekor golnya di ajang Piala Dunia sekaligus membawa Argentina menyapu bersih seluruh laga fase grup.
Sebaliknya Yordania berambisi menutup debut mereka di Piala Dunia dengan penampilan terhormat sebelum mengakhiri perjalanan di turnamen.
Argentina Tampil Sempurna Bersama Magis Lionel Messi
Argentina kembali menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan Piala Dunia. Tim asuhan Lionel Scaloni meraih dua kemenangan beruntun untuk memastikan tiket ke babak 32 besar sekaligus mengunci posisi puncak Grup J.
Setelah memulai turnamen dengan hasil positif, La Albiceleste semakin percaya diri usai mengalahkan Austria 2-0 pada laga kedua. Lionel Messi kembali menjadi bintang kemenangan dengan memborong dua gol.
Sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, kapten Argentina itu bangkit dengan mencetak gol pembuka sebelum menambah satu gol lagi pada masa injury time. Tambahan dua gol tersebut mengantarkan Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 18 gol, melewati rekor milik Miroslav Klose.
Pemain berusia 39 tahun itu juga menorehkan sejarah sebagai pemain ketiga yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Secara keseluruhan, Argentina sedang berada dalam performa luar biasa. Mereka mencatat sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi, delapan di antaranya disertai clean sheet, dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang periode tersebut.
Kini, La Albiceleste memburu gelar juara dunia secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Brasil pada 1962. Jika berhasil mempertahankan trofi, Argentina akan mengoleksi empat gelar Piala Dunia dan menyamai catatan Jerman sebagai negara dengan gelar terbanyak kedua sepanjang sejarah.
Meski demikian, Argentina tetap mewaspadai lawan dari Asia. Kekalahan mengejutkan 1-2 dari Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 menjadi pengingat bahwa mereka tidak boleh meremehkan wakil AFC.
Yordania Ingin Tinggalkan Kesan Positif
Yordania menjalani debutnya di putaran final Piala Dunia dengan pengalaman yang penuh tantangan.
Mereka kalah 1-3 dari Austria pada laga pembuka sebelum kembali menyerah 1-2 dari Aljazair pada pertandingan kedua.
Saat menghadapi Aljazair, Yordania sebenarnya sempat unggul lebih dahulu melalui gol Nizar Al-Rashdan. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Aljazair membalikkan keadaan pada 25 menit terakhir pertandingan.
Meski sudah dipastikan tersingkir, tim asuhan Jamal Sellami tetap memiliki satu misi, yakni menutup turnamen dengan penampilan terbaik dan meninggalkan kesan positif bagi sepak bola Yordania.
Yordania juga mencatat sejarah sebagai tim debutan pertama sejak Pantai Gading pada 2006 yang mampu mencetak gol dalam dua laga pertama Piala Dunia.
Sayangnya, kelemahan di lini pertahanan, terutama saat menghadapi situasi bola mati, menjadi penyebab utama kegagalan mereka. Tiga dari lima gol yang bersarang ke gawang Yordania berasal dari sepak pojok, termasuk dua gol yang dicetak Aljazair.
Menghadapi Argentina yang memiliki kualitas individu dan organisasi permainan jauh lebih matang, Yordania dituntut tampil nyaris tanpa kesalahan jika ingin menciptakan kejutan besar.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Yordania datang ke pertandingan ini tanpa masalah cedera maupun skorsing.
Pelatih Jamal Sellami diperkirakan tetap mempertahankan susunan pemain yang tampil cukup baik saat menghadapi Aljazair.
Ali Olwan kembali menjadi ujung tombak utama. Penyerang tersebut hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Yordania milik Hamza Al-Dardour dengan 31 gol.
Sementara itu, Musa Al-Taamari dan kapten Ihsan Haddad akan kembali menjadi andalan di lini serang dan sisi kanan permainan.
Di kubu Argentina, Cristian Romero kemungkinan absen setelah mengalami cedera lutut saat menghadapi Austria.
Lionel Scaloni diperkirakan melakukan rotasi di beberapa posisi karena timnya sudah memastikan status juara grup. Marcos Senesi dan Nicolas Otamendi menjadi kandidat kuat untuk mengisi lini belakang.
Meski rotasi kemungkinan dilakukan, Lionel Messi diperkirakan tetap tampil sejak awal sebelum digantikan pada babak kedua. Sang megabintang masih berpeluang memperlebar rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Perkiraan Susunan Pemain
Yordania (3-4-2-1):
Abulaila; Al-Arab, Nasib, Abu Dahab; Haddad, Al-Rashdan, Al-Rawabdeh, Abu Taha; Al-Tamari, Al-Mardi; Olwan.
Argentina (4-4-2):
Emiliano Martinez; Montiel, Otamendi, Lisandro Martinez, Tagliafico; Lo Celso, Paredes, Palacios, Almada; Messi, Lautaro Martinez.
Prediksi Argentina vs Yordania
Perbedaan kualitas kedua tim terlihat sangat mencolok. Argentina datang sebagai juara bertahan sekaligus tim peringkat satu dunia, sedangkan Yordania baru menjalani debut di Piala Dunia dan masih beradaptasi menghadapi persaingan level tertinggi.
Walaupun Lionel Scaloni kemungkinan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain inti menjelang babak gugur, kedalaman skuad Argentina tetap jauh berada di atas Yordania.
Dengan kreativitas Lionel Messi, ketajaman Lautaro Martinez, serta kualitas lini tengah yang solid, La Albiceleste diprediksi mampu mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal. Yordania diyakini akan memberikan perlawanan penuh semangat, tetapi pengalaman dan kualitas Argentina seharusnya cukup untuk mengamankan kemenangan meyakinkan sekaligus menyempurnakan fase grup.
Prediksi Skor: Argentina 3-0 Yordania.

