Jakarta (tutur.co.id) – Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencerminkan respons pemerintah terhadap berbagai masukan dan kritik mengenai kondisi fiskal nasional. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya upaya penyesuaian kebijakan dengan kemampuan keuangan negara saat ini.
Meski mengapresiasi adanya pengurangan anggaran, Wijayanto menilai tantangan fiskal masih perlu mendapat perhatian serius. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan program pemerintah harus mempertimbangkan kapasitas anggaran negara. Karena itu, evaluasi terhadap program-program yang membebani fiskal dinilai penting untuk menjaga kesehatan keuangan pemerintah dalam jangka panjang.
