Jakarta (tutur.co.id) – Aksi gelombang demonstrasi oleh mahasiswa kembali terjadi mengkritisi berbagai program dan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kali ini, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyerukan aksi demo maraton di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi, aksi ujuk rasa akan digelar sekitar 300 titik di berbagai daerah mulai 22 hingga 24 Juni 2026.
Demo bertajuk ‘Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran’ akan dilakukan berturut-turut, dari Sabang hingga Merauke. Mereka menilai arah kebijakan pemerintahan saat ini sudah kehilangan arah. Sehingga menumpuknya rapor merah harus di desak agar terjadi evaluasi.
“Sahabat-sahabat PMII di seluruh Tanah Air, panggilan sejarah kembali memanggil kita. Menumpuknya rapor merah dan ketidakjelasan arah kebijakan Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran menuntut peran nyata kita sebagai agen pengontrol sosial. PB PMII menginstruksikan seluruh kader dari Sabang sampai Merauke untuk satu komando menuntut #EvaluasiTotalKabinetMerahPutihPrabowoGibran,” tulis PMII dalam akun Instagram @pmiiofficial.
Adapun unjuk rasa maraton yang akan digelar di berbagai wilayah di Indonesia, sejumlah tuntutan dikemas ditujukan untuk mendesak pemerintah agar adanya evaluasi perbuahan atas kebijakan yang dinilai kehilangan arah.
- Tegakkan amanat Undang-undang pasal 33 secara berdaulat
- Kembalikan kepercayaan publik
- Perkuat kemandirian ekonomi nasional
- Reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas
- Reset Badan Gizi Nasional (BGN), Bubarkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan sejahterakan guru

