Atlanta (Tutur.co.id) – Timnas Spanyol mengusung misi kebangkitan saat menghadapi Arab Saudi pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Minggu (21/6/2026) pukul 23.00 WIB.
La Roja datang ke pertandingan ini dengan tekanan yang cukup besar setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka. Sementara itu, Arab Saudi juga mengoleksi satu poin usai menahan Uruguay dengan skor 1-1.
Situasi tersebut membuat persaingan di Grup H masih terbuka lebar. Keempat tim sama-sama mengantongi satu poin sehingga hasil pertandingan kedua akan sangat menentukan arah perjalanan mereka menuju babak 32 besar.
Spanyol Dituntut Menunjukkan Kualitas Sesungguhnya
Penampilan Spanyol saat menghadapi Tanjung Verde jauh dari ekspektasi publik. Sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026, pasukan Luis de la Fuente justru kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan tampak kehilangan kreativitas sepanjang pertandingan.
La Roja baru menunjukkan peningkatan permainan setelah masuknya Lamine Yamal pada menit-menit akhir laga. Kehadiran wonderkid Barcelona tersebut langsung memberikan dimensi berbeda dalam serangan Spanyol dan menjadi sinyal bahwa tim ini masih sangat membutuhkan magis pemain berusia 18 tahun itu.
Hasil imbang pada laga pembuka membuat Spanyol tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin. Empat poin dari dua pertandingan berikutnya diperkirakan sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak gugur sebagai juara grup maupun runner-up. Namun jika kembali gagal menang, tekanan terhadap skuad Luis de la Fuente akan semakin besar menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Misi Mengakhiri Tren Negatif di Piala Dunia
Meski selalu masuk dalam daftar unggulan, performa Spanyol di Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir belum sepenuhnya memuaskan.
Setelah menjuarai Piala Dunia 2010, La Roja mengalami penurunan prestasi. Mereka tersingkir di fase grup pada edisi 2014, lalu dua kali beruntun terhenti di babak 16 besar pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Karena itu, Piala Dunia 2026 dianggap sebagai kesempatan penting bagi generasi baru Spanyol untuk mengembalikan kejayaan mereka di panggung internasional. Menghadapi Arab Saudi menjadi ujian pertama yang harus mereka lewati untuk membuktikan status sebagai kandidat juara.
Arab Saudi Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di sisi lain, Arab Saudi memasuki pertandingan ini dengan modal yang tidak kalah positif. Tim berjuluk Green Falcons berhasil menahan Uruguay 1-1 pada laga pembuka dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim yang lebih difavoritkan.
Arab Saudi bahkan sempat unggul lebih dahulu melalui gol Abdulelah Al Amri pada menit ke-41 sebelum Uruguay menyamakan kedudukan lewat Maxi Araujo di penghujung pertandingan. Hasil tersebut memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi pasukan Georgios Donis.
Jika mampu meraih hasil positif melawan Spanyol, peluang Arab Saudi untuk melaju ke fase gugur akan terbuka sangat lebar sebelum menghadapi Tanjung Verde pada laga terakhir Grup H.
Meski demikian, sejarah tidak berpihak kepada mereka. Dalam satu-satunya pertemuan kedua tim di putaran final Piala Dunia, Spanyol berhasil menang 1-0 pada edisi 2006. Selain itu, Arab Saudi juga kalah dalam dua laga persahabatan melawan La Roja.
Artinya, Green Falcons masih memburu kemenangan pertama dalam sejarah pertemuan mereka dengan Spanyol.
Lamine Yamal Siap Jadi Senjata Utama
Kabar baik bagi Spanyol datang dari kondisi Lamine Yamal yang kini telah pulih sepenuhnya. Pemain muda Barcelona tersebut baru kembali bermain setelah sebelumnya mengalami cedera hamstring pada akhir April lalu.
Setelah tampil sebagai pemain pengganti melawan Tanjung Verde, Yamal diperkirakan akan langsung menjadi starter saat menghadapi Arab Saudi. Masuknya Yamal diyakini akan meningkatkan kreativitas lini depan Spanyol yang terlihat tumpul pada pertandingan pertama.
Selain Yamal, Nico Williams juga berpeluang masuk ke dalam susunan pemain utama setelah memberikan dampak positif ketika tampil dari bangku cadangan pada laga sebelumnya.
Perubahan tersebut kemungkinan membuat Ferran Torres dan Gavi memulai pertandingan dari bangku cadangan. Di lini tengah, Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz tetap menjadi tumpuan utama untuk mengontrol permainan.
Arab Saudi Andalkan Pengalaman Al-Dawsari
Arab Saudi tidak memiliki masalah cedera baru menjelang pertandingan ini. Kapten tim Salem Al-Dawsari kembali menjadi sosok yang paling diandalkan setelah mengoleksi 27 gol dari 111 penampilan bersama tim nasional.
Selain itu, penyerang Firas Al-Buraikan juga siap menjadi ancaman di lini depan. Striker berusia 26 tahun tersebut telah mencetak 15 gol untuk Green Falcons dan akan berusaha menambah koleksi golnya di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Abdulelah Al Amri yang mencetak gol ke gawang Uruguay dipastikan tetap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan.
Prediksi Susunan Pemain
Spanyol (4-2-3-1)
Unai Simon; Marcos Llorente, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.
Pelatih: Luis de la Fuente
Arab Saudi (4-3-3)
Mohammed Alowais; Saud Abdulhamid, Hassan Altambakti, Abdulelah Alamri, Moteb Alharbi; Mohamed Kanno, Abdullah Alkhaibari, Nasser Aldawsari; Salem Aldawsari, Feras Albrikan, Saleh Alshehri.
Pelatih: Georgios Donis
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi
Arab Saudi telah membuktikan bahwa mereka mampu menyulitkan lawan yang lebih diunggulkan. Hasil imbang melawan Uruguay menjadi bukti bahwa Green Falcons bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Namun, kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman skuad yang dimiliki Spanyol masih berada di level yang berbeda.
Faktor terpenting adalah kemungkinan tampilnya Lamine Yamal sejak menit pertama. Kehadiran pemain muda tersebut berpotensi menjadi pembeda yang selama ini hilang dari permainan La Roja.
Jika mampu tampil lebih agresif dan kreatif dibandingkan saat menghadapi Tanjung Verde, Spanyol diprediksi mampu mengamankan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Spanyol 2-0 Arab Saudi.

