Kansas City (Tutur.co.id) – Curacao menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah berhasil menahan imbang Ekuador tanpa gol pada laga kedua Grup E di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (21/6/2026) pagi WIB.
Hasil 0-0 ini terasa seperti kemenangan bagi tim asuhan Dick Advocaat. Pasalnya, Curaçao datang ke pertandingan dengan beban berat setelah dihancurkan Jerman 1-7 pada laga pembuka, sementara Ekuador sangat difavoritkan untuk meraih kemenangan.
Sosok yang paling berjasa di balik hasil bersejarah tersebut adalah kiper Eloy Room. Penjaga gawang berpengalaman itu tampil luar biasa dengan rentetan penyelamatan krusial yang membuat lini serang Ekuador frustrasi sepanjang pertandingan.
Berkat hasil ini, Curaçao akhirnya meraih poin pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di putaran final Piala Dunia.
Curaçao Bertahan Total Hadapi Gempuran Ekuador
Menyadari kualitas lawan yang berada di atas mereka, Dick Advocaat memilih pendekatan pragmatis dengan memperkuat lini pertahanan. Pelatih asal Belanda itu menurunkan lima pemain belakang dan mencadangkan Riechedly Bazoer demi meningkatkan soliditas tim.
Strategi tersebut langsung mendapat ujian sejak menit-menit awal pertandingan. Ekuador mengambil alih kendali permainan dan terus menekan pertahanan Curaçao. Kapten tim Enner Valencia memperoleh peluang emas pertama, namun Eloy Room menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Dominasi Ekuador terus berlanjut. Pedro Vite melepaskan tembakan yang melebar tipis, Gonzalo Plata gagal menaklukkan Room dalam situasi berbahaya, sementara Valencia kembali dibuat frustrasi oleh ketangguhan sang kiper. Dalam lebih dari 20 menit pertama, Curaçao nyaris tidak memiliki kesempatan menyerang dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Eloy Room Tampil Heroik
Meski terus ditekan, Curaçao mampu bertahan dengan disiplin tinggi. Berbeda dengan laga sebelumnya saat Jerman langsung menghukum mereka dengan serangan bertubi-tubi, kali ini pertahanan Curaçao tampil jauh lebih terorganisasi.
Saat turun minum, skor masih bertahan 0-0 meski Ekuador menguasai 74 persen penguasaan bola dan mendominasi hampir seluruh statistik pertandingan. Memasuki babak kedua, tekanan Ekuador semakin meningkat.
Moisés Caicedo mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh. Enner Valencia dan sejumlah pemain lainnya terus mencari celah di kotak penalti Curaçao.
Namun, setiap peluang yang tercipta selalu berakhir dengan hasil yang sama: penyelamatan Eloy Room. Kiper berusia 36 tahun tersebut tampil tenang, disiplin dalam membaca permainan, dan nyaris tidak melakukan kesalahan sepanjang laga.
Curaçao Nyaris Mencuri Kemenangan
Meski fokus bertahan, Curaçao tidak sepenuhnya pasif. Sekitar menit ke-60, justru tim debutan Piala Dunia itu yang menciptakan peluang terbaik mereka.
Leandro Bacuna hampir mengejutkan Ekuador melalui sebuah peluang berbahaya. Tak lama kemudian, Livano Comenencia juga nyaris membawa Curaçao unggul sebelum upayanya berhasil digagalkan.
Kesempatan lain datang melalui Juninho Bacuna yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Kiper Ekuador dipaksa bekerja keras untuk mengamankan gawangnya. Momen tersebut menunjukkan bahwa Curaçao tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memberikan ancaman ketika mendapatkan ruang.
Ekuador Frustrasi Meski Lepaskan 28 Tembakan
Pada 15 menit terakhir pertandingan, Ekuador meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol kemenangan. Enner Valencia kembali mendapatkan peluang melalui sundulan berbahaya, sementara pemain pengganti Nilson Angulo juga nyaris mencetak gol.
Namun, Eloy Room terus menunjukkan performa kelas dunia. Sepanjang pertandingan, Ekuador mencatatkan 28 tembakan dengan 15 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Luar biasanya, Room berhasil menggagalkan seluruh peluang tersebut dan membukukan 15 penyelamatan, salah satu penampilan individu terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026. Statistik tersebut menggambarkan betapa dominannya Ekuador, sekaligus betapa luar biasanya penampilan sang penjaga gawang Curaçao.
Poin Bersejarah yang Menjaga Asa Curaçao
Hasil imbang ini membuat Curaçao dan Ekuador sama-sama mengoleksi satu poin di Grup E. Meski belum keluar dari posisi sulit, kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur jika mampu meraih kemenangan pada pertandingan terakhir fase grup.
Bagi Curaçao, satu poin ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Selain menjadi poin pertama dalam sejarah mereka di putaran final Piala Dunia, hasil tersebut juga menjadi bukti bahwa tim asuhan Dick Advocaat mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola lebih kuat.

