Batang (tutur.co.id)- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Kamis (18/6/2026). Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang produktif dan berkelanjutan.
Program Minapadi Salin merupakan pengembangan dari inisiatif padi biosalin yang sebelumnya dijalankan di wilayah pesisir Mangunharjo, Semarang dan Kabupaten Jepara. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur, pengembangan lahan di Mangunharjo telah meningkat dari 20 hektare menjadi lebih dari 115 hektare. Sementara di Jepara, realisasi panen mencapai 22 hektare dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,23 miliar. Secara keseluruhan, program Padi Biosalin telah menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp7,66 miliar.
Di Kabupaten Batang, program dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi melalui budidaya padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut jenis Gracilaria verrucosa. Peluncuran program ditandai dengan pelepasan 10.000 benih ikan nila salin serta penanaman benih padi biosalin di lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola Gapoktan Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan lahan pesisir yang selama ini terdampak salinitas. Menurutnya, kolaborasi antara PGN, BRIN, dan berbagai pemangku kepentingan tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, M.Si., mengatakan program tersebut membuktikan bahwa hasil riset dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab tantangan di lapangan. Dengan dukungan teknologi pertanian berbasis riset, program ini ditargetkan mampu menghasilkan produktivitas padi hingga 6–7 ton per hektare, sementara ikan nila salin diproyeksikan mencapai bobot rata-rata 300 gram per ekor saat panen.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyampaikan bahwa Minapadi Salin merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui inovasi pertanian dan perikanan berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat, program ini juga akan diperkuat melalui penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

