Jakarta (tutur.co.id) – Tersangka kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya bakal membongkar pengadaan Closed-Circuit Television (CCTV) dan sidik jari fiktif di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu diungkap oleh kuasa hukumnya Krisna Murti usai mendampingi pemeriksaan mantan wakil kepala BGN oleh Kejaksaan Agung RI (Kejagung) pada Kamis 18 Juni 2026.
Menurut kesaksian Krisna, kliennya bercerita ada dugaan korupsi proyek pengadaan di BGN yang nilainya sangat fantastis hingga ratusan miliar dan belum diketahui oleh Kejagung.
Dugaan korupsi itu terkait pengadaan CCTV yang rencananya akan dipasang di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sidik jari untuk mendukung penyaluran MBG.
“BGN sudah keluar uang 300 miliar lebih, tapi nyatanya vendornya begitu diverifikasi oleh Pak Soni kemarin, untuk mencontohkan titik-titik mana saja CCTV yang sudah dipasang, vendor itu tidak bisa menjawab dan tidak bisa memberitahukan di mana saja telah dipasang,” kata Krisna menirukan ucapan Sony di Gedung Jampidsus.
Kepada Krisna, Sony mengaku tidak mengetahui siapa yang mengusulkan dan alur pengadaan tersebut, karena sudah ada sejak sebelum ia dilantik menjadi wakil kepala BGN.
“Enggak tahu, pas Pak Sony masuk sudah ada,” ujarnya
Rencananya CCTV dan sidik jari akan dipasang di 5.000 dapur SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun hingga kini alat tersebut belum terpasang dan diduga sebagai pengadaan fiktif.

