Monterrey (Tutur.co.id) – Timnas Swedia mencatat salah satu kemenangan paling mencolok pada fase grup Piala Dunia 2026 setelah membungkam Tunisia dengan skor telak 5-1 di Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) pagi WIB.
Blågult tampil dominan sejak awal pertandingan dan nyaris tidak memberi ruang bagi Tunisia untuk mengembangkan permainan. Kemenangan telak atas Tunisia menjadi sinyal kuat bahwa Swedia layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam Piala Dunia 2026.
Perpaduan antara pemain muda seperti Yasin Ayari dan bintang-bintang berpengalaman seperti Alexander Isak serta Viktor Gyokeres membuat Swedia tampil sangat menjanjikan.
Sebaliknya, Tunisia harus segera menemukan solusi atas masalah pertahanan mereka jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup. Jika tidak, kekalahan telak ini bisa menjadi awal dari perjalanan yang mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Di balik kemenangan besar tersebut, sejumlah rekor dan catatan statistik menarik tercipta, baik untuk Swedia maupun Tunisia.
1. Swedia Akhiri Penantian 88 Tahun
Kemenangan atas Tunisia menjadi momen bersejarah bagi Swedia. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1938, Swedia kembali mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Terakhir kali mereka melakukannya saat menghancurkan Kuba dengan skor 8-0 pada 12 Juni 1938. Artinya, Blågult harus menunggu selama 88 tahun untuk kembali mencatat pesta gol sebesar itu di panggung sepak bola terbesar dunia.
2. Awal Agresif yang Mengingatkan Era Emas 1994
Swedia juga mencetak dua gol dalam 30 menit pertama pertandingan. Catatan ini menjadi yang pertama bagi mereka sejak semifinal Piala Dunia 1994 saat menghadapi Bulgaria.
Pada turnamen tersebut, generasi emas Swedia sukses melangkah hingga perebutan tempat ketiga. Performa agresif sejak menit awal menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka mengendalikan pertandingan melawan Tunisia.
3. Yasin Ayari Ukir Rekor Gol Cepat
Nama Yasin Ayari menjadi sorotan utama setelah mencetak gol pembuka pada menit ketujuh. Menurut data statistik, gol tersebut merupakan gol tercepat Swedia di Piala Dunia sejak Martin Dahlin mencetak gol pada menit keenam saat menghadapi Arab Saudi pada 1994.
Ayari kemudian melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol kedua pada masa injury time dan menutup laga dengan torehan dua gol.
Menariknya, gelandang muda tersebut memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan sebagai bentuk penghormatan kepada Tunisia, negara asal keluarganya.
4. Viktor Gyokeres Semakin Tajam
Penyerang Sporting CP, Viktor Gyokeres, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai mesin gol Swedia. Gol yang dicetak ke gawang Tunisia membuat Gyokeres kini mengoleksi enam gol internasional sepanjang tahun 2026.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di antara seluruh pemain tim nasional Eropa tahun ini, melampaui penyerang Montenegro, Milutin Osmajic, yang mengoleksi lima gol.
Lebih impresif lagi, Gyokeres kini mencetak gol dalam empat pertandingan internasional berturut-turut untuk pertama kalinya dalam kariernya bersama tim nasional senior.
5. Tunisia Cetak Rekor Negatif Bersejarah
Di sisi lain, pertandingan ini menjadi malam yang sangat kelam bagi Tunisia. Elang Kartago tercatat sebagai tim Afrika pertama dalam sejarah yang kebobolan lima gol pada pertandingan pembuka Piala Dunia.
Mereka juga menjadi tim Afrika kedua sejak tahun 2000 yang kalah dengan selisih empat gol atau lebih di Piala Dunia. Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah dialami Kamerun saat kalah 0-4 dari Kroasia pada Piala Dunia 2014.
6. Lini Belakang Tunisia Jadi Sorotan
Kekalahan telak dari Swedia semakin memperlihatkan rapuhnya pertahanan Tunisia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tunisia kebobolan lima gol dalam dua pertandingan beruntun.
Selain itu, kekalahan ini membuat mereka menelan tiga kekalahan berturut-turut di semua kompetisi, sesuatu yang terakhir kali terjadi menjelang Piala Dunia 2018 di Rusia.
Kesalahan individu, termasuk blunder Ellyes Skhiri yang berujung gol Viktor Gyokeres, semakin memperburuk malam yang sulit bagi tim asuhan Sabri Lamouchi.
7. Omar Rekik Tetap Catat Sejarah
Meski harus pulang dengan kekalahan telak, Omar Rekik tetap memiliki momen yang layak dikenang. Bek berusia 24 tahun tersebut mencetak gol pertama Tunisia melalui sundulan hasil umpan Hannibal Mejbri.
Gol itu menjadi gol internasional pertamanya bersama tim nasional senior Tunisia. Dengan torehan tersebut, Rekik menjadi pemain keempat dalam sejarah Tunisia yang mencetak gol internasional pertamanya di ajang Piala Dunia, mengikuti jejak Nejib Ghommidh, Mokhtar Dhouib, dan Dylan Bronn.
Sementara itu, Hannibal Mejbri juga melanjutkan kontribusi positifnya dengan terlibat langsung dalam tiga gol dari lima pertandingan terakhir Tunisia di turnamen besar.

