Jakarta (tutur.co.id) – Koordinator aksi mahasiswa Universitas Bung Karno, M Abdi Maludin, mengungkapkan hasil pertemuan sekitar 1,5 jam dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa menyampaikan aspirasi, mulai dari keluh kesah daerah hingga skala nasional.
“Respon dari Bapak Wapres sangat baik, beliau akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya yang tadi, catat poin-poinnya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini, tentunya MBG dan KDMP,” ujar Abdi Maludin saat ditemui usai pertemuan.
Mahasiswa memberikan waktu 5 kali 24 jam atau hingga Sabtu 20 Juni 2026 bagi pemerintah agar merespons tuntutan yang telah disampaikan.
“Kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5 kali 24 jam. Ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealisasi, maka kami akan bentuk daripada pergerakan aksi jilid-jilid,” tegasnya.
Tuntutan mahasiswa meliputi tiga klaster. Pertama, membekukan sementara program MBG dan mengalihkan efisiensi anggaran untuk subsidi UKT.
Kedua, merekomendasikan legislative review terhadap UU Polri yang baru disahkan. Ketiga, mendesak intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kenaikan harga BBM Pertamax.
Lanjutnya, saat disinggung apakah ada pemberian saat usai berdialog, ia menegaskan menolak pemberian dari Wapres agar tidak dipersepsikan buruk kehadirannya.
“Oh tidak, kami menolak. Karena saya tidak mau ada persepsi buruk terhadap kami. Kami menolak dalam bentuk apapun,” ujarnya.

