Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Ada Shakira hingga LISA BLACKPINK
  • Wadirut Pertamina Tekankan Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
  • Disebut di Kasus BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tidak Bisnis Dapur
  • Houston Stadium, Rumah Teknologi dan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
  • Amankah Tidur dengan Kipas Angin Menyala Semalaman? Simak Faktanya
  • IHSG Diprediksi Melemah, Analis Pilih BBCA, TLKM hingga AMMN untuk Trading Hari Ini
  • IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Jagokan DSSA, MBMA dan BRPT
  • Kritik Tidak Menggoyahkan Komitmen Beckham Putra untuk Garuda
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Iran Dituding Ulur Waktu, Trump Pertimbangkan Serangan Militer Baru

Iran Dituding Ulur Waktu, Trump Pertimbangkan Serangan Militer Baru

Internasional Deba Salamah11 Juni 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: whitehouse.go)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer lanjutan terhadap sejumlah infrastruktur strategis Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan penting di negara tersebut.

Laporan yang disampaikan Fox News pada Rabu (10/6) menyebutkan bahwa Trump mulai mempertimbangkan langkah tersebut karena menilai Iran sengaja memperlambat proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, Gedung Putih semakin frustrasi terhadap minimnya kemajuan dalam perundingan yang bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara.

Sebelumnya, Trump menyampaikan kritik keras terhadap Teheran melalui platform Truth Social. Ia menuduh Iran sengaja menunda pembicaraan dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan membawa konsekuensi.

“Iran telah menunda pembicaraan dan mereka harus membayar harganya,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan opsi tekanan tambahan, termasuk kemungkinan operasi militer terhadap fasilitas vital Iran.

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyelesaikan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden yang melibatkan sebuah helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat.

Operasi itu menargetkan sejumlah fasilitas pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, serta instalasi radar pengawasan yang berada di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Tak lama setelah operasi tersebut berlangsung, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang ini kembali meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik antara Washington dan Teheran.

Ketegangan kedua negara sebenarnya telah meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk kawasan ibu kota Teheran.

Baca Juga  Trump Ancam Iran: “Kalian Sudah Hancur, Negosiasi Sekarang atau Terlambat Selamanya,” Iran Respon Apa?

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Meski Amerika Serikat dan Iran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, situasi di lapangan masih jauh dari stabil.

Upaya diplomasi yang dimediasi Pakistan di Islamabad juga belum menghasilkan terobosan berarti. Pembicaraan lanjutan berakhir tanpa kesepakatan konkret meskipun kedua pihak tetap melanjutkan proses negosiasi.

Saat ini, perundingan masih berfokus pada penyusunan kerangka nota kesepahaman sebagai dasar penyelesaian konflik yang lebih permanen.

Namun di tengah proses diplomatik tersebut, kedua negara masih beberapa kali terlibat dalam aksi militer terbatas yang menunjukkan tingginya tingkat ketidakpercayaan di antara kedua pihak.

Amerika Serikat Donald Trump headline iran Negosiasi serangan militer
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKansas City Stadium: Stadion Paling Berisik Sejagat Siap Bakar Atmosfer Piala Dunia 2026
Next Article Prabowo Jawab Kritik Soal Kunjungan Luar Negeri: Jalankan Politik Bebas Aktif

Berita Lainnya

Houston Stadium, Rumah Teknologi dan Sepak Bola di Piala Dunia 2026

11 Juni 2026 / 10:00 WIB

IHSG Diprediksi Melemah, Analis Pilih BBCA, TLKM hingga AMMN untuk Trading Hari Ini

11 Juni 2026 / 08:50 WIB

IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Jagokan DSSA, MBMA dan BRPT

11 Juni 2026 / 08:19 WIB

Prabowo Jawab Kritik Soal Kunjungan Luar Negeri: Jalankan Politik Bebas Aktif

11 Juni 2026 / 07:30 WIB

Kansas City Stadium: Stadion Paling Berisik Sejagat Siap Bakar Atmosfer Piala Dunia 2026

11 Juni 2026 / 06:30 WIB

Seattle Stadium, Simbol Kegilaan Sepak Bola di Amerika Serikat

11 Juni 2026 / 03:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BNI Hemat Energi 559 Ribu GJ Sepanjang 2025, Perkuat Operasional Ramah Lingkungan

Galuh Parantri26 Maret 2026 / 10:09 WIB

Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Ada Shakira hingga LISA BLACKPINK

11 Juni 2026 / 10:15 WIB

Wadirut Pertamina Tekankan Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

11 Juni 2026 / 10:14 WIB

Disebut di Kasus BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tidak Bisnis Dapur

11 Juni 2026 / 10:12 WIB

Houston Stadium, Rumah Teknologi dan Sepak Bola di Piala Dunia 2026

11 Juni 2026 / 10:00 WIB

Amankah Tidur dengan Kipas Angin Menyala Semalaman? Simak Faktanya

11 Juni 2026 / 09:51 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.