Maros (tutur.co.id) – Lokasi Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) mulai menemui titik terang. Pesawat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar ini hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Para pendaki di Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, melaporkan temuan logo burung Garuda dan sejumlah serpihan yang diduga kuat milik pesawat nahas yang mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 awak dan 3 penumpang pada Sabtu (17/1/2026).
Temuan ini pertama kali diunggah akun Instagram @resk1_. Dalam unggahan tersebut, terlihat logo Garuda. Pendaki juga menemukan kertas berisi desain pesawat ATR IAT serta lima kepingan hitam yang diduga bagian dari badan pesawat.
Hingga berita ini diturunkan, nasib 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang di dalamnya masih belum diketahui. Sinyal navigasi terakhir terdeteksi pada pukul 13.17 WITA di wilayah pegunungan Kabupaten Maros.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan fokus utama adalah mencapai koordinat terakhir guna memastikan kondisi para korban. Namun, kondisi geografis di kawasan Leang-Leang dan Bulusaraung mempersulit pencarian.
“Tim SAR harus melakukan penyisiran manual dan menggunakan teknologi udara karena medan yang sangat berat. Kami sudah menggerakkan personel secara bertahap dalam beberapa sortir,” ujar Andi Sultan.
Operasi pencarian kini dipusatkan di sekitar Puncak Bulusaraung menyusul laporan dari warga dan pendaki. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal terus berupaya menembus titik api yang dilaporkan terlihat di ketinggian.

