Jakarta (Tutur.co.id) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan membuka kiprahnya di Indonesia Open 2026 dengan hasil positif. Bermain di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Jakarta, Alwi memastikan tempat di babak kedua usai menundukkan wakil India Lakshya Sen dalam dua gim langsung 21-19, 21-16.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi modal penting bagi Alwi di turnamen level BWF Super 1000 tersebut, tetapi juga menandai keberhasilannya menjaga momentum setelah menjalani rangkaian turnamen yang padat dalam beberapa pekan terakhir. Usai pertandingan, Alwi mengaku memiliki ikatan emosional tersendiri saat kembali bertanding di Istora.
“Selalu senang, bangga, seru, bisa bermain kembali di Istora. Suatu hal yang saya rindukan. Semoga hasilnya bisa kembali lebih baik daripada sebelum-sebelumnya,” kata Alwi.
Atmosfer Istora yang dipenuhi dukungan penonton disebut menjadi tambahan energi bagi pemain muda Indonesia itu untuk terus melangkah sejauh mungkin.
Meski menang tanpa kehilangan gim, Alwi mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama pada laga pembuka. Jadwal beruntun setelah tampil di Singapore Open 2026 membuat kebugarannya belum sepenuhnya ideal.
“Beberapa pemain sudah melakukan turnamen dua kali beruntun, begitu pun saya. Jadi mungkin secara fisik dan mental pasti capek, tapi saya tadi mencoba mendorong diri saya lagi agar keinginan menangnya lebih besar,” ujar Alwi.
Tantangan berikutnya tidak akan lebih ringan. Di babak kedua, Alwi akan menghadapi unggulan kelima sekaligus seniornya, Jonatan Christie, dalam duel sesama wakil Indonesia. Alwi menyambut pertemuan tersebut dengan sikap terbuka dan tetap menempatkan kepentingan prestasi Indonesia sebagai prioritas.
“Siapa pun yang memenangkan pertandingan semoga bisa meraih juara di Indonesia Open ini,” kata Alwi mengenai pertemuannya dengan Jojo, sapaan akrab Jonatan.

