Budapest (Tutur.co.id) – Kekalahan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 tidak hanya mengakhiri harapan klub London Utara itu untuk meraih gelar Eropa pertama mereka. Hasil tersebut juga membuat Premier League gagal menyapu bersih seluruh trofi kompetisi antarklub Eropa musim ini.
Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Hasil itu sekaligus menggagalkan peluang klub-klub Inggris mencatatkan musim sempurna di kompetisi Eropa. Sebelum final Liga Champions digelar, wakil Premier League telah lebih dahulu meraih kesuksesan di dua turnamen antarklub UEFA lainnya.
Sebelum final Liga Champions digelar, dua wakil Inggris telah lebih dulu mengangkat trofi Eropa musim ini. Aston Villa keluar sebagai juara Liga Europa, sedangkan Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League. Situasi tersebut membuat Arsenal berpeluang melengkapi dominasi klub Premier League di kompetisi antarklub Eropa.
Dengan keberhasilan Villa dan Palace, Inggris sebenarnya berpeluang menyapu bersih tiga kompetisi utama antarklub Eropa dalam satu musim. Namun, harapan tersebut sirna setelah Arsenal gagal menuntaskan tugasnya di final Liga Champions.
Arsenal datang ke Budapest dengan modal performa yang impresif sepanjang musim. Tim asuhan Mikel Arteta berhasil menyingkirkan sejumlah lawan kuat dalam perjalanan menuju final dan dianggap memiliki peluang besar untuk mengakhiri penantian panjang mereka di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa.
The Gunners bahkan memulai pertandingan dengan sangat baik. Kai Havertz membawa Arsenal unggul cepat pada menit keenam dan membuat ribuan pendukung mereka bermimpi trofi Liga Champions akhirnya akan tiba di London Utara.
Namun, PSG kembali menunjukkan mental juara yang telah mengantarkan mereka meraih gelar musim lalu. Tim asuhan Luis Enrique mampu bangkit melalui gol penalti Ousmane Dembele pada babak kedua sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat adu penalti.
Meski gagal menyapu bersih gelar Eropa, musim ini tetap menunjukkan kuatnya daya saing klub-klub Inggris di level kontinental. Kehadiran tiga wakil Premier League di tiga final berbeda menjadi bukti bahwa kompetisi domestik Inggris masih menjadi salah satu yang paling kompetitif di dunia.

