Teheran (tutur.co.id) – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei memuji persatuan nasional rakyat Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik dengan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pernyataannya yang disiarkan media Iran, Press TV (@PressTV), Kamis (28/5/2026), Khamenei menyerukan kepada parlemen Iran agar memfokuskan agenda nasional pada pemulihan ekonomi, pemberantasan korupsi, serta percepatan rekonstruksi pascakonflik.
Khamenei menilai solidaritas masyarakat Iran selama masa ketegangan dan konflik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas negara di tengah tekanan eksternal dan ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
Ia meminta anggota parlemen mempercepat langkah pemulihan ekonomi nasional yang terdampak konflik, termasuk melalui penguatan sektor produksi domestik, menjaga stabilitas pasar, serta memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat serangan.
Selain itu, Khamenei menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi di seluruh lembaga pemerintahan agar proses rekonstruksi berjalan efektif dan mendapat kepercayaan masyarakat.
“Pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas agar proses pembangunan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan publik,” demikian pesan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan Khamenei muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih memanas setelah meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk serangan rudal dan meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Kawasan tersebut menjadi perhatian dunia internasional karena merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Eskalasi konflik di wilayah itu dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan perekonomian dunia.

