Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Pejabat The Fed Waspadai Inflasi AS, Sinyal Suku Bunga Tinggi Bertahan Lebih Lama

Pejabat The Fed Waspadai Inflasi AS, Sinyal Suku Bunga Tinggi Bertahan Lebih Lama

Finance Gusti Tetiro28 Mei 2026 / 08:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden AS Donald J. Trump (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, menegaskan pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan harga yang dinilai masih terlalu tinggi.

Berbicara dalam konferensi Bank of Japan-IMES pada Kamis (28/5/2026), Kashkari mengatakan Federal Reserve System atau The Fed akan tetap menjalankan pendekatan yang seimbang dalam menjalankan mandat gandanya, yakni menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja maksimal.

Meski demikian, ia menilai tekanan inflasi saat ini masih menjadi perhatian terbesar karena laju kenaikan harga di AS telah bertahan di atas target 2% selama lebih dari lima tahun terakhir.

“Fokus utama saya sangat tertuju pada inflasi. Saya sama sekali tidak mengabaikan pasar tenaga kerja. Kami harus memperhatikan keduanya, tetapi saat ini pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang layak, sementara inflasi jelas masih terlalu tinggi,” ujar Kashkari.

Menurut dia, semakin lama inflasi bertahan di level tinggi, semakin besar pula risiko ekspektasi inflasi masyarakat bergeser secara permanen ke level yang lebih tinggi atau unanchored.

“Jika hal itu sampai terjadi, kami terpaksa harus bertindak jauh lebih agresif. Oleh karena itu, jauh lebih baik bagi kami untuk melakukan apa pun yang diperlukan saat ini demi menjaga ekspektasi inflasi tetap stabil,” katanya.

Data terbaru menunjukkan inflasi utama AS pada April 2026 berada di level 3,8%, sementara inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,4% secara bulanan dan 2,8% secara tahunan.

Kashkari menilai tekanan inflasi global dipicu berbagai faktor eksternal, mulai dari dampak pandemi Covid-19, kebijakan tarif perdagangan, perang di Ukraina, hingga konflik geopolitik terbaru di Iran.

Baca Juga  LPS Mulai Pisahkan Laporan Keuangan Konvensional dan Syariah

Ia menambahkan lonjakan harga energi dan pupuk kini menjadi faktor utama yang mendorong tekanan harga lebih luas di berbagai sektor ekonomi.

“Komoditas input tersebut berdampak pada sektor-sektor lainnya. Jadi, salah satu hal yang akan terus saya pantau adalah kapan harga energi ini mulai memengaruhi perekonomian dan inflasi secara lebih luas,” ujarnya.

Pernyataan Kashkari mempertegas sinyal bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer. Sejak 2024 hingga pertengahan 2026, bank sentral AS telah menaikkan suku bunga agresif ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade untuk menekan inflasi pascapandemi.

Kebijakan moneter ketat tersebut memang membantu mendinginkan tekanan harga, namun di sisi lain meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dan tekanan terhadap pasar tenaga kerja.

Meski demikian, kuatnya pasar tenaga kerja AS sejauh ini dinilai memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama demi memastikan inflasi benar-benar kembali menuju target 2%.

Sikap hawkish The Fed tersebut juga berpotensi memberi tekanan tambahan terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, terutama melalui penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi global, dan potensi arus keluar modal asing dari pasar domestik.

headline inflasi Amerika Serikat Neel Kashkari suku bunga AS The Fed
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi Layanan SIM Keliling 28 Mei 2026
Next Article Veda Ega Pratama Berpeluang Tembus 3 Besar Moto3 2026

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kapal Minyak Turki Berhasil Tembus Hormuz di Tengah Ketegangan Kawasan

Deba Salamah07 April 2026 / 02:00 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.