Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,72% ke level 6.206,34. Pelaku pasar kini mencermati kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran hingga berlanjutnya aksi jual investor asing.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai prospek negosiasi damai AS-Iran berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar keuangan global, terutama setelah muncul harapan pembukaan kembali jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz.
Namun di sisi lain, tekanan jual investor asing serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang libur panjang dinilai masih membayangi pergerakan indeks domestik.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.125-6.045 dan resist 6.290-6.370,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset harian, Selasa (26/5/2026).
Dari eksternal, pasar global juga bergerak lebih terbatas karena bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street libur dalam rangka Memorial Day.
Pada perdagangan sebelumnya, penguatan IHSG ditopang reli saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan pertambangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks ditutup naik 44,30 poin ke level 6.206,34 setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.239,59.
Sebanyak 470 saham tercatat menguat, sementara 236 saham melemah dan 114 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa mencapai Rp10.720,78 triliun.
Di jajaran saham big caps, penguatan terbesar dicatat AMMN yang melonjak 8,62% ke level Rp3.150. Saham perbankan juga menjadi motor utama penguatan indeks, dipimpin BBRI yang naik 3,93% ke Rp3.170, disusul BBCA yang menguat 3,39% ke Rp6.100 serta BBNI yang naik 2,91% menjadi Rp3.890. Saham ASII juga turut menguat 3,70% ke level Rp5.600.
Sebaliknya, tekanan terdalam di kelompok big caps dialami DSSA yang anjlok 11,93% menjadi Rp480 per saham, diikuti TPIA yang melemah 11,75% ke Rp1.765 dan BREN yang turun 2,86% ke level Rp2.380.
Sementara itu, saham top gainers ditempati GRIA yang melonjak 34,48% menjadi Rp156, sedangkan LAJU naik 28,33% ke Rp77 per saham. Di sisi lain, DFAM menjadi top loser setelah turun 15% ke Rp119, disusul LCKM yang terkoreksi 14,89% ke level Rp120.
Menurut laporan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, reli IHSG pada sesi sebelumnya juga ditopang aksi beli masif di saham-saham bank jumbo. Pada jeda siang perdagangan, saham BBRI tercatat memimpin penguatan dengan kenaikan 4,6%, diikuti BBCA sebesar 3,8% dan BMRI yang naik 3,4%.
Secara sektoral, mayoritas indeks di Bursa bergerak di zona hijau dengan sektor transportasi dan barang konsumen non-primer menjadi penopang utama penguatan pasar.
Untuk perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham BBRI, BBNI, BRIS, PSAB, MDKA, dan EMAS untuk strategi trading jangka pendek.

