Jakarta (tutur.co.id) – Israel dilaporkan telah menangkap sekitar 100 aktivis termasuk jurnalis Republika Bambang Noroyono yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Kabar ini didapat setelah Bambang mengirimkan video SOS untuk meminta bantuan pemerintah Indonesia.
Koalisi Global Sumud Flotilla mengungkapkan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada kemanusiaan tersebut dengan menggunakan empat kapal perang. Para aktivis yang ditangkap kabarnya akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod.
Pihak pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan mulai melakukan intersepsi terhadap armada Global Sumud yang sedang bergerak pada sekitar pukul 11.00 waktu Turki. Intersepsi dilakukan di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Kabar intimidasi dan penangkapan ini juga dibenarkan pihak Global Sumud Flotilla lewat laman resmi mereka pada Senin 18 Mei 2026.
Jurnalis Republika Bambang Noroyono yang menyertai kapal Boralize di Armada Sumud Global juga melaporkan kapal-kapal perang tak jauh dari yang ia naiki. Kapal-kapal itu terlihat hanya berjarak seratusan meter dari kapal yang ia naiki.
Panitia Flotilla menyebut protokol intersepsi telah diaktifkan oleh kapal Ozgurluk pada Senin pagi waktu setempat menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.
Dalam pernyataan kepada keluarga dan kerabat peserta flotilla, panitia menyebut situasi masih terus dipantau dan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah ada konfirmasi resmi.
“Telah terjadi aktivitas kapal-kapal dan protokol intersepsi telah diaktifkan. Kami akan memberi pembaruan segera setelah informasi terkonfirmasi,” demikian pernyataan panitia
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus mencoba melakukan konfirmasi dan update terbaru terkait penangkapan armada kapal kemanusiaan tersebut. Termasuk dengan menghubungi pihak Republika.

