Teheran (tutur.co.id) – Iran akan segera menerapkan mekanisme atau aturan baru untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz, termasuk terkait pengenaan biaya untuk layanan khusus. Hal itu diungkapkan seorang anggota parlemen senior Iran.
Dalam unggahan di akun X-nya, Minggu 17 Mei 2026, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan sistem baru ini sejalan dengan kedaulatan nasional Iran dan akan menjamin keamanan perdagangan internasional.
“Iran, dalam kerangka kedaulatan nasionalnya dan jaminan keamanan perdagangan internasional, telah menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas di Selat Hormuz di sepanjang rute yang ditentukan, yang akan segera diresmikan,” kata Ebrahim Azizi dilansir dari Press TV.
Ia juga menegaskan kembali kebijakan Iran tentang hanya mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara yang bekerja sama dengan Iran untuk melewati jalur air strategis tersebut dan larangan terhadap negara-negara yang bermusuhan berdasarkan mekanisme baru ini.
“Dalam proses ini, hanya kapal-kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat dari mekanisme baru ini,” tegas anggota parlemen senior tersebut.
Azizi mengatakan rute yang telah ditentukan akan tetap ditutup bagi operator dari apa yang disebut “proyek kebebasan.”
“Biaya yang diperlukan akan dikumpulkan untuk layanan khusus yang disediakan di bawah mekanisme ini,” pungkasnya.

